KabarBaik.co, Jember – Memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah, mobilitas masyarakat yang menggunakan moda transportasi kereta api di wilayah KAI Daop 9 Jember menunjukkan pola yang dinamis namun tetap stabil.
Data pemantauan menunjukkan arus keberangkatan dan kedatangan sempat meningkat signifikan pada pekan sebelum puasa, kemudian bergerak fluktuatif saat memasuki hari-hari pertama Ramadan. Lonjakan penumpang berikutnya diprediksi akan terjadi menjelang akhir pekan ini.
Pergerakan penumpang pada pembukaan bulan suci ini dinilai masih cukup terkendali dan konsisten dengan periode sebelumnya. Berikut adalah rincian volume penumpang dalam dua hari terakhir.
Manajer Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa penurunan tipis pada hari kedua merupakan siklus musiman yang wajar.
“Masyarakat cenderung membatasi perjalanan pada hari-hari pertama ibadah puasa untuk fokus beradaptasi dengan rutinitas baru,” ungkap Cahyo, Sabtu (21/2).
Meski sempat melandai, tren pemesanan tiket menunjukkan sinyal positif untuk beberapa hari ke depan. KAI memprediksi arus penumpang akan kembali padat saat memasuki weekend.
“Rata-rata penumpang akhir pekan biasanya mencapai 9 ribu orang per hari. Namun khusus untuk hari Minggu, kami memproyeksikan angka keberangkatan bisa menembus 11.145 penumpang,” tambahnya.
Untuk memastikan kelancaran operasional dan kenyamanan bersama, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan beberapa catatan penting bagi pelanggan.
“Para penumpang diharapkan tiba di stasiun lebih awal untuk menghindari risiko keterlambatan saat proses boarding,” katanya.
Selain itu, pastikan berat muatan maksimal adalah 20 kilogram dengan volume paling besar 100 dm³. Kelebihan muatan akan dikenakan biaya tambahan atau disarankan menggunakan layanan ekspedisi.
“Yang paling penting bagi penumpang yang menjalankan ibadah puasa diimbau tetap menjaga kondisi fisik selama perjalanan agar tetap aman dan nyaman,” pungkasnya. (*)







