Penyebaran TBC Mengancam Kota Batu, Ini Penjelasan Dinkes

oleh -334 Dilihat
IMG 20251114 WA0015 scaled
Tim Puskesmas Kelurahan Sisir melaksanakan skrining di Kelurahan Sisir, Kota Batu. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Ancaman penyebaran Tuberkulosis (TBC) masih menjadi perhatian serius di Kota Batu. Sebagai langkah pencegahan sekaligus upaya memutus rantai penularan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu bersama Puskesmas Sisir menggelar Skrining Kantong TBC di RW 11 Kelurahan Temas, Kota Batu.

Program ini difokuskan untuk menemukan kasus TBC sedini mungkin, sebelum penyebarannya semakin meluas di lingkungan permukiman. Kepala Puskesmas Sisir, Sachariano, menyampaikan bahwa TBC merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis.

Menurut Sachariano, bakteri tersebut sangat mudah berpindah dari satu orang ke orang lain melalui percikan dahak. “TBC tidak selalu menunjukkan gejala langsung. Kuman bisa ‘tidur’ di dalam tubuh dan aktif ketika daya tahan menurun. Dalam posisi ini, risiko penularan bisa terjadi tanpa disadari,” tegasnya, Jumat (14/11).

Ia menyebut di wilayah Puskesmas Sisir terdapat sejumlah warga dari berbagai rentang usia yang sedang menjalani pengobatan TBC. Kondisi ini menunjukkan bahwa TBC masih menyebar secara aktif di masyarakat, sehingga deteksi dini sangat dibutuhkan untuk mencegah peningkatan kasus.

Sementara itu, petugas Dinkes Kota Batu, Yoni Hadi Purnomo, menjelaskan bahwa skrining dilakukan dengan dua metode untuk memastikan tidak ada potensi penularan yang terlewat. “Untuk warga yang mengalami gejala batuk dilakukan pemeriksaan dahak melalui tes cepat molekuler. Sedangkan warga tanpa gejala tetap diperiksa dengan tuberculin skin test untuk mendeteksi infeksi,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan akan keluar dalam dua hari ke depan. Bagi warga dengan hasil positif akan dilakukan foto toraks untuk memastikan kondisi paru-paru serta memulai penanganan pengobatan secepatnya. Seluruh pemeriksaan dan pengobatan ditanggung oleh Pemerintah Kota Batu.

Selain menekan penyebaran penyakit, kegiatan ini juga membawa pesan untuk menghapus stigma negatif terhadap penderita TBC. “Orang dengan TBC tidak boleh dijauhi. Yang dibutuhkan adalah dukungan agar mereka mau berobat sampai sembuh. Dengan terapi berkala, risiko penularan dapat ditekan secara signifikan,” ujar Yoni.

Dinkes Kota Batu berharap masyarakat semakin aktif berpartisipasi dalam upaya pencegahan penyebaran TBC, dan bersama-sama mewujudkan target eliminasi TBC di Kota Batu. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.