Perangi Predator Seksual, Pengasuh Pesantren Se-Pasuruan Deklarasikan Gerakan Tolak Kekerasan Seksual

oleh -135 Dilihat
Penandatanganan MOU para pengasuh ponpes
Penandatanganan MoU para pengasuh Ponpes.

KabarBaik.co, Pasuruan – Para pengasuh pesantren se-Pasuruan mendeklarasikan Gerakan Pesantren Menolak Kekerasan Seksual yang digelar di Ponpes KHA Wahid Hasyim Bangil. Lahir 10 komitmen bersama sebagai bentuk keseriusan pesantren menjaga keamanan dan kehormatan santri.

Deklarasi itu menegaskan bahwa pesantren masih tetap menjadi tempat pendidikan yang aman, nyaman, penuh kasih sayang serta terbebas dari segala bentuk kekerasan seksual maupun pelecehan.

Salah satu poin penting dalam komitmen tersebut yakni penolakan tegas terhadap segala bentuk kekerasan seksual di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan Islam.

Selain itu, para pengasuh pesantren juga berkomitmen memperkuat pendidikan akhlak, membuka ruang pengaduan yang aman bagi korban, hingga membangun sistem perlindungan santri secara berkelanjutan.

Salah satu perwakilan pengasuh Ponpes KH Kholil Nawawi mengatakan, gerakan tersebut lahir dari kesadaran bersama untuk menjaga kehormatan dan keselamatan santri, merupakan amanah besar yang harus dipikul seluruh elemen pesantren.

“Pesantren adalah tempat lahirnya ilmu, akhlak, adab, dan keteladanan, segala bentuk kekerasan seksual maupun tindakan yang merendahkan martabat manusia tidak boleh mendapat tempat di lingkungan pendidikan,” kata Gus Kholil sapaan akrabnya.

Menurutnya, deklarasi tersebut bukan untuk saling menyalahkan, melainkan membangun kesadaran bersama agar lingkungan pesantren semakin aman dan bermartabat.

“Kita ingin menegaskan, pesantren hadir sebagai pelindung, pembimbing, dan penjaga nilai-nilai kemanusiaan serta ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Ponpes KHA Wahid Hasyim Bangil KH Ahmad Wildan Amrullah menegaskan, gerakan ini juga menjadi bentuk keprihatinan atas maraknya pembahasan kasus pelecehan seksual yang menyeret nama pesantren secara umum di media sosial.

Menurutnya, apabila terdapat kasus yang melibatkan oknum di lingkungan pesantren, hal tersebut tidak bisa digeneralisasi sebagai wajah seluruh pesantren.

“Kami menolak keras segala bentuk pelecehan seksual di Pesantren. Tapi, jangan ulah oknum kemudian membuat pesantren digeneralisasi,” sambung dia.

Menurutnya, pesantren tetap menjadi tempat pendidikan moral, akhlak, dan pembentukan karakter.

Ia menegaskan, pesantren selama ini memiliki peran besar dalam membangun peradaban, pendidikan spiritual, hingga pembentukan moral masyarakat.

Karena itu, Gus Wildan sapaan akrabnya mendukung langkah aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku kekerasan seksual di pesantren.

“Kami mendukung aparat mengamankan predator seksual. Tetapi pesantren secara umum tetap harus dipandang sebagai tempat yang aman dan penuh nilai-nilai pendidikan,” tegasnya.

Dalam deklarasi tersebut, seluruh elemen pesantren mulai pengasuh, ustadz, ustadzah siap bersama-sama mencegah kekerasan seksual melalui penguatan edukasi, pengawasan, dan kepedulian terhadap korban.

Deklarasi ditutup dengan seruan bersama Pesantren Aman, Santri Nyaman, Kekerasan Seksual Kita Lawan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Zia Ulhaq
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.