Percobaan Bunuh Diri di Jatim Meningkat Sepanjang 2026, Didominasi Usia 20–30 Tahun

oleh -129 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 04 at 1.51.32 PM
Direktur Utama RSD Prof. dr. Moeljono Vitria Dewi (Irma Hari Trisiawardani)

KabarBaik.co, Surabaya – Rumah Sakit Daerah (RSD) Prof. dr. Moeljono Surabaya mencatat peningkatan kasus percobaan bunuh diri di Jatim sepanjang pertengahan 2026. Fenomena ini menjadi perhatian serius karena mayoritas pasien yang menjalani perawatan merupakan kelompok usia produktif, terutama berusia 20 hingga 30 tahun.

Direktur Utama RSD Prof. dr. Moeljono, Vitria Dewi, mengatakan sejak Mei hingga Juni 2026 rumah sakit menerima rata-rata satu pasien percobaan bunuh diri setiap hari. Dalam satu bulan, jumlah kasus yang ditangani mencapai sekitar 30 pasien, meningkat dibandingkan periode-periode sebelumnya yang umumnya hanya terjadi pada akhir pekan.

“Ini merupakan kasus percobaan bunuh diri karena pasien masih dapat diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit. Apabila tidak sempat tertolong, tentu hasilnya akan berbeda,” kata Vitria, Rabu (5/8).

Menurut dia, sebagian besar pasien berasal dari kalangan anak muda dengan latar belakang pendidikan dan kehidupan yang relatif baik. Meski demikian, mereka menghadapi tekanan psikologis yang cukup berat hingga memicu tindakan yang membahayakan diri sendiri.

Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan tim medis, konflik dalam keluarga menjadi salah satu faktor yang paling banyak ditemukan. Perbedaan pandangan antara orang tua dan anak, persoalan relasi, hingga tingginya tuntutan akademik menjadi pemicu yang kerap dialami pasien usia muda.

“Anak-anak muda saat ini menghadapi berbagai tekanan. Konflik keluarga dan tuntutan akademik menjadi faktor yang paling sering kami temukan,” ujarnya.

Vitria menjelaskan bentuk percobaan bunuh diri yang ditangani rumah sakit cukup beragam, mulai dari upaya melompat dari tempat tinggi, melukai diri sendiri (self-harm), hingga tindakan lain yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa.

Seluruh pasien yang dirujuk ke RSD Prof. dr. Moeljono mendapatkan penanganan medis kegawatdaruratan, dilanjutkan dengan asesmen kesehatan jiwa oleh tenaga profesional, serta terapi dan perawatan lanjutan sesuai kondisi masing-masing pasien.

Sementara itu, pola yang berbeda ditemukan pada kelompok usia 40 hingga 50 tahun. Pada kelompok ini, persoalan ekonomi menjadi faktor dominan yang memicu tekanan psikologis dan meningkatkan risiko terjadinya percobaan bunuh diri.

Meningkatnya jumlah kasus tersebut menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan jiwa di tengah berbagai tekanan sosial, akademik, maupun ekonomi. Penguatan layanan kesehatan mental, edukasi bagi keluarga, serta deteksi dini terhadap individu yang mengalami tekanan psikologis dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya kasus serupa dan memperluas akses masyarakat terhadap bantuan profesional. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.