KabarBaik.co, Banyuwangi – Kritik terhadap pengelolaan Persewangi Banyuwangi kembali mencuat. Mantan Manajer Persewangi, Iwan Rudianto, dan legenda suporter Persewangi, Ahmad Mustain, menyebut minimnya keterlibatan publik hingga lemahnya pembinaan pemain lokal ikut berdampak pada menurunnya performa tim.
Dalam Podcast 90 Menit Banyuwangi, Iwan menilai manajemen Persewangi belum menyentuh aspek mendasar dalam membangun klub, yakni keterlibatan masyarakat dan fanatisme suporter.
Menurutnya, komunikasi antara manajemen dengan stakeholder sepak bola di Banyuwangi masih lemah.
“Stakeholder harus dilibatkan dalam setiap agenda. Kalau tidak, rasa memiliki terhadap klub tidak akan tumbuh,” ujar Iwan.
Ia mengatakan Persewangi bukan hanya milik manajemen, melainkan milik masyarakat Banyuwangi. Karena itu, dukungan publik perlu dibangun melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan.
Iwan juga menyebut pengelolaan potensi pemain lokal belum optimal. Menurutnya, banyak pemain Banyuwangi justru berkembang di luar daerah karena pembinaan di dalam belum maksimal.
“Banyak pemain Banyuwangi berkembang di luar daerah. Ini menunjukkan pembinaan di dalam belum maksimal,” katanya.
Selain itu, ia mengkritik belum tertatanya kompetisi internal sebagai bagian dari sistem pembinaan pemain.
“Kalau kompetisi internal berjalan baik, output-nya jelas: klub kuat dan pemain siap bersaing,” ucapnya.
Sementara itu, Ahmad Mustain mengatakan penurunan performa Persewangi tidak lepas dari lemahnya pengelolaan pemain dan minimnya sinergi dengan klub-klub lokal di bawah Askab PSSI Banyuwangi.
“Kalau membawa nama Banyuwangi, pemain seharusnya diambil dari klub lokal. Sekarang ini belum terlihat arah ke sana,” ujar Mustain.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap performa tim di lapangan karena banyak pemain potensial tidak terserap.
“Akibatnya performa tim tidak stabil. Padahal pemain lokal kita banyak yang berkualitas,” katanya.
Mustain juga menyebut menurunnya minat penonton di stadion sejalan dengan performa tim. Penonton datang kalau tim main bagus. Kalau performa turun, wajar kalau minat ikut turun.
Ia meminta manajemen segera melakukan evaluasi menyeluruh agar Persewangi tidak terus tertinggal.
“Ini bukan soal kalah atau menang saja, tapi bagaimana tim ini dikelola. Kalau tidak dibenahi, Persewangi akan terus tertinggal,” tegasnya.







