KabarBaik.co – Gelaran akbar 11th Perisai Diri International Championship (PDIC) 2025 resmi dibuka pada Minggu (13/7) di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kejuaraan bergengsi ini menjadi bukti nyata komitmen perguruan Kelatnas Perisai Diri dalam mengembangkan dan membina Pencak Silat, baik di kancah nasional maupun internasional.
Sebanyak 9 komisariat luar negeri, di antaranya Australia, Amerika, Jerman, Inggris, Jepang, dan Perancis, serta 36 Pengurus Provinsi (Pengprov) dari dalam negeri, turut ambil bagian dalam ajang ini.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua PB IPSI, Dwi Soetjipto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh warga Perisai Diri atas terselenggaranya event yang rutin dan berkesinambungan ini.
“Perisai Diri telah ikut bertanggung jawab dalam pembinaan dan pengembangan Pencak Silat,” tegas Dwi Soetjipto yang mengawali sambutannya dengan salam khas Salam Olahraga JAYA, Salam Pencak Silat JUARA, Salam IPSI LUAR BIASA!
PDIC 2025 diharapkan mampu mewujudkan persatuan, persaudaraan, dan perdamaian dunia melalui Pencak Silat. Lebih dari itu, kejuaraan ini juga mengemban misi penting mempersatukan budaya luhur dan jati diri bangsa Indonesia, serta membawa visi dan misi kebudayaan Indonesia ke kancah global.
Cita-cita besar keluarga besar Pencak Silat untuk berlaga di Olimpiade semakin mendekati kenyataan. Dengan Federasi Pencak Silat yang telah tersebar di 83 negara dan merata di 5 benua, Pencak Silat secara keanggotaan sudah memenuhi syarat untuk dipertandingkan di Olimpiade. Namun, tantangan masih ada, yaitu memastikan setiap Federasi Pencak Silat diakui oleh Komite Olimpiade Nasional (NOC) di negaranya masing-masing.
“Ini menjadi tugas IPSI dan PERSILAT untuk membantu agar bisa diakui oleh NOC masing-masing negara,” jelas Dwi Soetjipto yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Keluarga Silat Nasional Indonesia (Kelatnas) Perisai Diri.
Saat ini, PERSILAT (Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa) sedang menjalani asesmen dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA), sebuah prasyarat krusial untuk diterima menjadi anggota badan-badan dunia olahraga lainnya. Langkah ini adalah bagian dari upaya besar agar Pencak Silat dapat diterima menjadi anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Dukungan penuh dari perguruan-perguruan besar, khususnya Kelatnas Perisai Diri, sangat dibutuhkan. Dwi Soetjipto optimistis Pencak Silat dapat hadir di Olimpiade 2028 Los Angeles (USA), Olimpiade 2032 Brisbane (Australia), dan bahkan di Olimpiade 2036, di mana Indonesia berpotensi menjadi tuan rumah.
Selain membahas ambisi Olimpiade, Dwi Soetjipto juga menyampaikan beberapa poin penting yang ditujukan kepada seluruh warga Kelatnas Perisai Diri, yakni:
Cintai Perisai Diri: Seluruh kejuaraan yang diinisiasi oleh Perisai Diri, termasuk PDIC, wajib didukung sebagai wujud cinta dan kepatuhan. Pengiriman atlet peserta pertandingan adalah wajib sesuai tingkatan kejuaraan.
Kaderisasi Pelatih Berkualitas: Pembinaan khusus bagi murid dengan keunggulan teknik dan strategi harus terus dilakukan sejak dini untuk mencetak pelatih mumpuni.
Tanggung Jawab Pendekar: Para pendekar sebagai sumber ilmu Perisai Diri bertanggung jawab melatih dan menyampaikan ilmu sesuai standar teknik yang benar.
Patuh Aturan Organisasi: Kelompok latihan hanya mengenal Cabang, Unit, dan Ranting sesuai AD/ART. Bentuk kelompok latihan di luar aturan tersebut tidak dibenarkan.
Adaptasi Peraturan Baru: Peraturan pertandingan baru yang sedang disempurnakan memberikan tantangan dan kesempatan untuk mengembangkan penerapan teknik Silat Perisai Diri dalam pertandingan IPSI. Penting untuk kembali ke dasar teknik (back to basic).
Pertahankan Latihan Serang Hindar: Latihan serang hindar adalah kunci beladiri dan sangat aplikatif dalam laga IPSI, sehingga tidak boleh ditinggalkan.
Latihan Rangkaian Teknik Beruntun: Membiasakan diri dengan rangkaian teknik beruntun terbukti signifikan dalam peningkatan performa stamina, kecepatan, dan refleks pesilat.
Pahami Strategi 3P: Pesilat harus memahami dan mampu mengaplikasikan 3P (Pengantar, Penyerang, dan Persediaan) sebagai dasar strategi dalam setiap laga.
Berperan Aktif di IPSI: Keluarga Perisai Diri didorong untuk berperan aktif dalam kepengurusan IPSI di masing-masing daerah, baik sebagai pengurus, pelatih, maupun wasit juri.
“Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, diharapkan Pencak Silat dapat terus berkembang dan mencapai puncak tertinggi di panggung olahraga dunia,” tutup Dwi Soetjipto.(*)