Perkuat Keunggulan Logistik Maritim, Stiamak Barunawati Luncurkan Business Center dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Riset

oleh -136 Dilihat
IMG 20260503 WA0049
Salah satu terobosan yang dilakukan Stiamak Barunawati Surabaya adalah pemanfaatan teknologi informasi dan simulasi dalam proses pembelajaran. (Foto: Dani) 

KabarBaik.co, Surabaya – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Maritim (Stiamak) Barunawati Surabaya terus menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi unggulan di bidang logistik maritim. Melalui berbagai inovasi akademik dan penguatan kolaborasi industri, kampus ini menapaki milestone pengembangan 2024–2030 dengan target menjadi pusat keunggulan pendidikan logistik maritim di Indonesia.

Ketua Stiamak Barunawati Surabaya, Gugus Wijonarko, mengatakan transformasi tersebut diwujudkan melalui pengembangan model pembelajaran inovatif berbasis riset yang terintegrasi dengan karakter institusi.

“Sesuai milestone Stiamak 2024–2030, kami mengembangkan pembelajaran inovatif berbasis riset yang selaras dengan nilai mandiri, berintegritas, dan kompeten, sekaligus meningkatkan produktivitas karya ilmiah, HaKI, dan paten,” ujarnya di Surabaya, Minggu (3/5).

Salah satu terobosan yang dilakukan adalah pemanfaatan teknologi informasi dan simulasi dalam proses pembelajaran. Melalui hibah iSTOW dari ITS, mahasiswa dibekali kemampuan teknis dalam manajemen operasi kepelabuhanan, khususnya dalam menjaga keseimbangan muatan kapal.

“Program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mahasiswa, tetapi juga relevan bagi ship planner dan foreman kapal dalam mendukung keselamatan pelayaran. Ke depan, sinergi dengan ITS akan terus diperkuat melalui professional training iSTOW,” jelasnya.

Dari sisi akademik, kinerja publikasi ilmiah Stiamak menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun ini, tercatat 1.408 artikel telah dipublikasikan, dengan 12 artikel terindeks Scopus dan dua lainnya dalam proses. “Jumlah sitasi di Google Scholar mencapai 4.625 dan terus meningkat seiring bertambahnya publikasi bereputasi dari sivitas akademika,” tambah Gugus.

Tak hanya itu, Stiamak juga mengelola dua jurnal ilmiah, salah satunya telah terindeks SINTA, serta satu jurnal pengabdian kepada masyarakat yang masih dalam tahap pengembangan. Pada 2026, institusi ini juga mencatatkan 47 hak cipta dan empat paten sederhana yang didaftarkan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Penguatan juga dilakukan melalui kolaborasi dengan dunia industri. Bersama PT Pelindo dan PT Surya Hedona Lembayung, Stiamak mengembangkan prototipe Talent Nexus berbasis integrasi kecerdasan buatan dan psikologi untuk meningkatkan performa karyawan.

“Kolaborasi ini menghasilkan prototipe Talent Nexus berbasis artificial intelligence yang mampu mendukung peningkatan kinerja SDM,” ungkapnya.

Dari sisi kelembagaan, Stiamak terus meningkatkan kualitas melalui penguatan sistem penjaminan mutu dan akreditasi. Saat ini, akreditasi institusi dan program studi telah mencapai predikat “Baik Sekali”, yang berdampak pada meningkatnya jumlah pendaftar dalam dua tahun terakhir.

Meski demikian, tantangan baru muncul seiring perubahan sistem akreditasi oleh BAN-PT yang kini berbasis sembilan kriteria luaran. “Kami terus mendorong program studi untuk meningkatkan capaian akreditasi sekaligus memperkuat kapasitas Satuan Penjaminan Mutu agar tetap kompetitif,” kata Gugus.

Di tengah dinamika industri dan ketenagakerjaan yang kian cepat berubah, penguatan sumber daya manusia menjadi perhatian utama. Menurut Gugus, peningkatan kompetensi menjadi kunci dalam menghadapi tekanan global, termasuk perlambatan ekspor dan disrupsi rantai pasok yang berdampak pada meningkatnya angka PHK.

Sebagai respons, Stiamak meluncurkan Business Center by Stiamak yang terdiri dari Language Center dan Professional Training Center pada 2 Mei 2026, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. “Business Center ini menjadi wujud komitmen kami dalam membangun budaya pembelajaran berkelanjutan. Program ini dirancang untuk tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis dan karakter adaptif,” jelasnya.

Program tersebut menawarkan kurikulum berbasis kebutuhan industri, didukung instruktur dari kalangan praktisi serta fasilitas laboratorium modern untuk menunjang pembelajaran interaktif. Peluncuran ini juga memiliki makna simbolis karena bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional sebagai penghormatan terhadap Ki Hajar Dewantara sekaligus momentum memperkuat kualitas pendidikan.

Gugus berharap, kehadiran Business Center dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mencetak talenta unggul yang mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus mendorong kemajuan institusi. “Saya berharap Business Center ini menjadi katalis dalam meningkatkan kualitas SDM dan membawa dampak positif bagi pengembangan Stiamak ke depan,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.