Permintaan Pinjaman Online Diprediksi Melonjak hingga Dua Kali Lipat Jelang Lebaran

oleh -143 Dilihat
IMG 20260308 WA0032
Peningkatan pinjaman online dipicu oleh kebutuhan konsumtif masyarakat yang biasanya meningkat menjelang hari raya. (Foto: Dani)

KabarBaik.co, Jakarta – Selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri, industri fintech peer-to-peer lending atau pinjaman daring (pindar) diperkirakan akan mengalami lonjakan permintaan pembiayaan yang signifikan. Peningkatan ini dipicu oleh kebutuhan konsumtif masyarakat yang biasanya meningkat menjelang hari raya.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Entjik S. Djafar, memprediksi permintaan pembiayaan di sektor ini berpotensi meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan dengan rata-rata bulan biasa. “Karena permintaan pasti bisa double dibanding bulan-bulan biasa,” ujar Entjik, Minggu (8/3).

Menurutnya, periode Ramadan hingga Lebaran memang selalu menjadi momentum meningkatnya kebutuhan dana masyarakat. Mulai dari kebutuhan konsumsi rumah tangga, belanja hari raya, hingga dana talangan jangka pendek.

Meski demikian, tingginya permintaan pembiayaan tidak membuat industri fintech mengendurkan prinsip kehati-hatian. AFPI justru mengimbau seluruh perusahaan anggota untuk tetap menerapkan prinsip prudential atau kehati-hatian dalam menyalurkan pinjaman.

Entjik menegaskan bahwa strategi utama industri pindar harus tetap mengedepankan pendekatan konservatif, terutama di tengah tantangan ekonomi global dan domestik yang masih membayangi sepanjang 2026. “Sehingga kita juga harus melakukan pengetatan pada seluruh analisis kelayakan kredit, terutama pada credit scoring. Pasalnya, ke depan kondisi ekonomi masih belum stabil,” tegasnya.

AFPI secara konsisten juga mendorong para anggotanya untuk memperkuat sistem pengendalian kredit (credit control). Dalam praktiknya, sejumlah perusahaan pindar telah mulai memperketat parameter penilaian kelayakan kredit guna memitigasi potensi risiko pembiayaan.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kualitas pinjaman tetap sehat di tengah tingginya permintaan masyarakat terhadap akses pembiayaan cepat.

Di sisi lain, data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut mengonfirmasi tren pertumbuhan positif di sektor ini. Hingga Januari 2026, outstanding pinjaman industri fintech P2P lending tercatat tumbuh sebesar 25,52 persen secara tahunan (year-on-year).

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa layanan pembiayaan digital masih menjadi salah satu alternatif sumber pendanaan masyarakat, khususnya di tengah kebutuhan likuiditas yang meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.