Permudah Masyarakat Jangkau Layanan Kesehatan, Pemerintah Kota Kediri Launcing ILP

oleh -507 Dilihat
Pj Wali Kota Kediri Zanariah saat launching Integrasi Layanan Kesehatan Primer. (Foto: Oktavian Yogi Pratama)

KabarBaik.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Kesehatan me-launching Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP). Launching berlangsung di Hotel Lotus, Senin (29/7).

Pj Wali Kota Kediri Zanariah mengatakan terdapat tiga hal yang menjadi fokus transformasi dari integrasi pelayanan kesehatan primer. Yaitu transformasi sistem layanan kesehatan primer yang berfokus pada siklus hidup (ibu hamil, balita, remaja, usia dewasa dan lansia).

Lalu mendekatkan layanan kesehatan melalui jejaring hingga tingkat kelurahan dan dusun dan terakhir memperkuat Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) melalui digitalisasi dan pemantauan melalui dashboard kesehatan di setiap kelurahan.

Puskesmas yang akan menerapkan integrasi pelayanan kesehatan primer ialah tiga puskesmas yaitu Puskesmas Pesantren Dua, Puskesmas Campurejo dan Puskesmas Kota Wilayah Utara.

“Saya berharap, melalui acara ini bisa segera disusul penerapan ILP oleh seluruh Puskesmas di Kota Kediri. Saat ini, Kota Kediri memiliki 9 Puskesmas, 27 pustu (Puskesmas pembantu), 22 Ponkesdes dan 344 Posyandu,” imbuhnya.

Zanariah menekankan bahwa penyelenggaraan ILP tidak hanya menjadi tanggung jawab dari sektor kesehatan, tetapi perlu dukungan dari semua pihak mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan monitoring dan evaluasi.

“Oleh karena itu, semua pihak harus saling bersinergi mendukung dan membersamai pelaksanaan ILP layanan kesehatan ini melalui penandatangan komitmen bersama,” tambahnya.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Muhammad Fajri Mubasysyir mengatakan jika jika launching integrasi layanan primer ini guna memudahkan masyarakat untuk menjangkau layanan kesehatan yang sudah yang ada.

Selain posyandu, baik puskesmas dan pustu juga terdapat integrasi yang primer yang artinya semua layanan juga berdasarkan siklus hidup.

“Jadi nanti akan dibagi klaster-klaster sehingga memudahkan kita dalam melakukan pemantauan, skrining. Sehingga kalau terjadi sesuatu ada kasus atau ada gejala penyakit atau apa langsung bisa kita lakukan pencegahan atau langsung kita lakukan penanganan,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Oktavian Yogi Pratama
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.