KabarBaik.co, Jepara,- Lampu malam di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu (21/2) malam menjadi saksi laga dramatis yang mengguncang papan tengah klasemen. Persijap Jepara tampil heroik dan menundukkan Persebaya Surabaya dengan skor 3-1, sekaligus hampir mengangkat mereka keluar dari zona degradasi.
Gol pembuka Persijap lahir pada menit ke-32 lewat aksi cerdas Ike Guarrotxena, memanfaatkan celah di lini belakang Bajol Ijo. Keunggulan digandakan pada menit 72 oleh Alexis Gomes, membuat Persebaya tertinggal dua gol.
Situasi kian sulit bagi Persebaya ketika Rahmat Irianto diganjar kartu merah, memaksa Bajol Ijo bermain dengan 10 orang. Tekanan itu terasa hingga akhir babak kedua. Tim tamu baru bisa memperkecil ketertinggalan melalui penalti Bruno Moreira, namun Iker Guarrotxena menutup laga dengan gol dramatis pada menit 90+11, memastikan skor akhir 3-1 untuk Persijap.
Kemenangan ini menjadi napas baru bagi Persijap. Dengan 18 poin, mereka sementara berkejaran dengan PSBS Biak untuk dapat lolos dari zona degradasi, sekaligus menunjukkan determinasi luar biasa dalam menghadapi tekanan klasemen. Dukungan suporter dan disiplin permainan menjadi kunci kemenangan.
Bagi Persebaya, kekalahan ini menjadi catatan negatif serius bagi pelatih Bernardo Tavares. Bermain dengan 10 pemain pasca kartu merah Rahmat Irianto jelas membuat mereka kehilangan ritme, dan meski masih berada di posisi kelima dengan 35 poin, inkonsistensi mulai terlihat, terutama saat menghadapi tim yang bermain rapat dan mengandalkan serangan balik cepat.
Sementara itu, rival abadi Arema FC gagal memanfaatkan momentum. Bertandang ke markas Madura United FC, Singo Edan sempat unggul lebih dulu dan memimpin 2-1, namun gol penyama kedudukan dari Mendonga pada menit 88 membuat pertandingan berakhir imbang 2-2. Hasil ini membuat Arema tetap berada di posisi ke-9. Andai saja menang, Arema pun merangsek ke peringkat 7 dan hanya terpaut dua poin dari Persebaya, seteru abadinya.
Malam ini menjadi bukti bahwa BRI Super League penuh drama dan kejutan. Bagi Persijap, kemenangan ini adalah titik balik untuk selamat dari degradasi. Bagi Persebaya, kartu merah dan kehilangan poin menjadi alarm keras bahwa setiap kesalahan bisa dimanfaatkan rival. Dan bagi Arema, kesempatan untuk menekan Bajol Ijo gagal dimaksimalkan.
Kini, satu pertanyaan besar menggelayut di benak Bonek: Apakah bulan madu kemenangan Green Force di bawah asuhan Tavares bakal terus meredup? (*)
Berikut Klasemen Super League 2025/2026 (Per 21 Februari):
- Persib (main 20, menang 15, seri 2, kalah 3, poin 47)
- Persija Jakarta (main 22, menang 15, seri 2, kalah 5, poin 47)
- Borneo (main 20, menang 15, seri 1, kalah 4, poin 46)
- Malut United (main 22, menang 12, seri 5, kalah 5, poin 41)
- Persebaya (main 22, menang 9, seri 8, kalah 5, poin 35)
- Persita (main 21, menang 10, seri 5, kalah 6, poin 35)
- PSIM (main 21, menang 8, seri 8, kalah 5, poin 32)
- Bhayangkara (main 22, menang 9, seri 5, kalah 8, poin 32)
- Arema (main 22, menang 8, seri 7, kalah 7, poin 31)
- Bali United (main 21, menang 7, seri 7, kalah 7, poin 28)
- Dewa United (main 21, menang 8, seri 3, kalah 10, poin 27)
- Persik (main 22, menang 7, seri 5, kalah 10, poin 26)
- PSM (main 22, menang 5, seri 8, kalah 9, poin 23)
- Madura United (main 22, menang 4, seri 8, kalah 10, poin 20)
- PSBS Biak (main 22, menang 4, seri 6, kalah 12, poin 18)
- Persijap (main 22, menang 5, seri 3, kalah 14, poin 18)
- Semen Padang (main 22, menang 4, seri 4, kalah 14, poin 16)
- Persis Solo (main 22, menang 2, seri 7, kalah 13, poin 13)








