Persebaya vs Persijap, Uston Nawawi Pakai Shin Style atau Warisan Edu

oleh -830 Dilihat
Uston Nawawi, Direktur Teknik Persebaya Surabaya (Foto Antara)

KabarBaik.co – Minggu (28/12) sore, mulai pukul 15.30 WIB, Persebaya Surabaya akan menjamu Persijap Jepara dalam lanjutan pekan ke-15 Super League 2025/2026. Laga di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) ini jadi penutup tahun bagi Green Force, sekaligus kesempatan terakhir Uston Nawawi sebagai caretaker sebelum Bernardo Tavares resmi debut mulai 2026 mendatang.

Saat ini, Persebaya dalam tren tidak baik-baik saja. Lima laga imbang berturut-turut membuat mereka berada di posisi ke-9 klasemen dengan hanya 19 poin (4 menang, 7 imbang, 3 kalah). Karena itu, target lawan Persijap jelas: tiga poin harga mati untuk memutus rantai remis dan mengakhiri paceklik kemenangan. Persijap memang berada di peringkat 17 dengan hanya 9 poin. Namun, mereka tetap berpotensi menjadi ancaman serius dengan gaya defensif ketat plus counter ala pelatih Divaldo Alves.

Di laga lawan Persijap ini, ada potensi kembalinya Bruno Moreira dan Francisco Rivera yang absen karena akumulasi kartu saat duel di GBT melawan Borneo FC (20/12). Pendukung Green Force pun menunggu pilihan taktik Uston Nawawi sebagai pelatih caretaker. Apakah tetap mengusung warisan Eduardo Perez (possession tinggi, passing akurat, build-up sabar) atau mengadopsi style Shin Sang-gyu (intensitas tinggi, pressing tanpa henti, direct football, fokus set piece) seperti saat melawan Borneo FC?

Gaya Shin Sang-gyu: Intensitas Tinggi, Direct, dan Mental Juang

Ketika berhadapan dengan Borneo FC yang memuncaki klasemen sementara Super League, Shin Sang-gyu mengusung gaya pragmatis dan berenergi khas Korea Selatan yang terbilang efektif di situasi darurat. Formasi 4-3-3 dengan pressing tinggi, transisi cepat, serta memanfaatkan second ball atau set piece. Dua gol Persebaya pun tercipta dari situasi bola mati. Possession memang rendah (46 persen), tetapi tim tampil agresif. Terutama pada babak kedua, comeback dari 1-2 menjadi 2-2.

Kalau Uston Nawawi memakai Shin style, maka opsinya adalah mencadangkan Bruno Moreira atau Francisco Rivera. Sebab, keduanya lebih cocok dengan possession style ala Eduardo Perez. Uston bisa kembali memainkan Diego Mauricio sebagai starter seperti saat melawan Borneo. Formasi tetap 4-3-3 dengan trio depan yang lebih direct, yakni Gali Freitas, Diego Mauricio, dan Malik Risaldi. Malik pun sepertinya bisa lebih hidup di kotak penalti. Lihat saja gol heroiknya pada menit ke-89 ke gawang Borneo, fokus pada finishing dan pressing tinggi. Hal ini membuat serangan lebih tajam menghadapi pertahanan Persijap, tanpa terlalu bergantung pada kreativitas Rivera atau Bruno.

Warisan Eduardo Perez: Possession-Oriented, Cantik tapi Kurang Hasil

Edu, panggilan Eduardo Perez, sepertinya lebih menyukai penguasaan bola tinggi (55–60 persen), passing pendek, serta pressing terstruktur. Serangan melebar, mengandalkan Bruno dan Rivera untuk visi atau assist. Namun, di Persebaya, gaya ini kerap terasa “mati” di babak kedua lantaran fisik yang kurang berkelanjutan. Hasilnya, banyak laga berakhir imbang atau bahkan kalah tipis.

Nah, kalau Uston memilih warisan Edu tersebut, Bruno dan Rivera seperti biasanya bakal menjadi starter utama dalam formasi 4-2-3-1 dengan possession dominan. Serangan memang terlihat lebih cantik, tetapi risikonya adalah terjebak dalam pertahanan rapat Persijap dan serangan balik mereka.

Baca Juga: Pawang Naga Bernardo Tavares Telah Tiba: Awal Era Baru Green Force Persebaya

Dengan kembalinya Bruno dan Rivera, Bajol Ijo bisa saja memilih opsi hybrid. Maksudnya, menggabungkan possession ala Edu dengan intensitas ala Shin. Namun, jika ingin bermain aman melawan tim papan bawah yang kemungkinan tampil defensif, style Shin sepertinya lebih efektif. Diego bisa kembali menjadi starter agar Malik Risaldi lebih hidup di kotak penalti dengan pressing tinggi yang mematikan. Ini bisa menjadi “ruh Surabaya Football” ala Rusdi Bahalwan dulu yang telah lama dirindukan, terutama oleh Bonek: ngotot alias ngeyel, totalitas, dan tidak berhenti berlari.

Yang pasti, Minggu sore akan terjawab. Persebaya memakai Shin style yang “keras” atau warisan Edu yang “cantik”? Stadion GBT harus bergemuruh demi tiga poin. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.