KabarBaik.co, Surabaya – Aksi pencurian ponsel pemilik tenan ayam geprek di Stasiun Gubeng, Surabaya, viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi pada Selasa, (24/2) tersebut terekam jelas CCTV di area zona tiga stasiun.
Peristiwa ini terjadi di area publik sebelum proses boarding, yakni titik yang masih bebas diakses oleh masyarakat umum tanpa pemeriksaan tiket. Dalam rekaman CCTV, terlihat seorang pria mencurigakan mondar-mandir di sekitar lapak sebelum akhirnya menyambar ponsel korban saat situasi sedang lengah.
Tanggapan Pihak KAI
Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono membenarkan adanya insiden tersebut. Pihaknya menyatakan keprihatinan atas peristiwa yang menimpa salah satu mitra tenan di lingkungan stasiun tersebut.
“Kami membenarkan kejadian tersebut dan sangat menyesalkan insiden yang menimpa salah satu tenan di area stasiun. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk meningkatkan pengamanan ke depannya,” ujar Mahendro kepada awak media.
Meski pelaku terekam jelas, Mahendro menyebutkan bahwa korban memilih untuk tidak melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke pihak kepolisian. Kendati demikian, PT KAI tetap menjadikan kasus ini sebagai atensi khusus untuk memperkuat sistem keamanan bagi pengguna jasa maupun pelaku usaha di stasiun.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengunjung dan pelaku usaha agar lebih waspada, terutama di area publik yang memiliki akses terbuka,” tambahnya.
Korban Sempat Curiga
Tiffany Bella, korban sekaligus pemilik usaha ayam geprek tersebut, menceritakan bahwa dirinya sebenarnya sempat melihat keberadaan pelaku. Namun, saat itu ia tidak menaruh curiga bahwa pria tersebut berniat jahat.
“Saya sempat lihat ada pria mondar-mandir di sekitar tempat jualan, tapi tidak menyangka akan terjadi pencurian. Tidak lama kemudian, HP yang biasa saya pakai untuk operasional sudah hilang,” ungkap Tiffany.
Setelah menyadari ponselnya raib, Tiffany segera melapor ke petugas keamanan. Ia pun mengapresiasi respons cepat dari pihak stasiun yang langsung melakukan pengecekan rekaman CCTV.
“Saya berterima kasih kepada petugas keamanan yang langsung membantu mengecek CCTV dan merespons laporan saya dengan cepat,” tuturnya.
Peningkatan Keamanan Jelang Lebaran
Menyikapi insiden ini, PT KAI memastikan akan melakukan pengetatan keamanan, terlebih menjelang masa Angkutan Lebaran 2026. Mulai 11 Maret mendatang, pengamanan akan diperkuat dengan melibatkan unsur tambahan dari kepolisian dan TNI.
Langkah preventif ini diambil mengingat prediksi lonjakan penumpang yang signifikan di Stasiun Gubeng. Pihak otoritas stasiun kembali mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan tidak lengah dalam menjaga barang berharga, terutama saat berada di titik-titik akses terbuka.(*)






