Unesa Nonaktifkan 6 Pelaku yang Lecehkan 26 Mahasiswa dan Dosen Unesa Lewat Grup WA

oleh -106 Dilihat
IMG 20250213 WA0002
Gedung Unesa

KabarBaik.co, Surabaya — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menonaktifkan enam mahasiswa yang terlibat dalam kasus pelecehan seksual melalui percakapan di grup WhatsApp. Langkah tersebut diambil untuk mendukung kelancaran proses pemeriksaan yang saat ini masih dilakukan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) Unesa.

Kasus ini mencuat setelah beredarnya tangkapan layar percakapan dalam grup WhatsApp yang diduga berisi ujaran bermuatan pelecehan seksual, objektifikasi, serta komentar tidak pantas terhadap sejumlah mahasiswi dan dosen. Berdasarkan hasil pendalaman sementara, terdapat 26 orang yang diduga menjadi korban yang terdiri atas 22 mahasiswa dan empat dosen.

Ketua Satgas PPK Unesa Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba mengatakan laporan resmi mengenai dugaan kekerasan verbal tersebut langsung ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

“Kasus yang kami tangani berupa kekerasan verbal dalam bentuk percakapan grup mahasiswa yang berisi pesan-pesan tidak etis mengenai teman-teman mereka maupun beberapa dosen,” kata Iman dalam pernyataan tertulisnya di Surabaya, Minggu (19/7).

Menurut Iman, keenam mahasiswa yang menjadi terlapor berasal dari program vokasi. Sejak laporan diterima, Satgas PPK langsung melakukan penelaahan, pengumpulan alat bukti, pemeriksaan saksi dan terlapor, pendampingan terhadap korban, hingga penyusunan rekomendasi yang nantinya akan menjadi dasar penetapan sanksi oleh rektor.

Penanganan perkara dilakukan mengacu pada Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi. Proses tersebut mengedepankan perlindungan korban, menjaga kerahasiaan identitas, serta menjunjung asas keadilan dan kehati-hatian.

Iman menjelaskan investigasi masih terus berlangsung untuk menelusuri keseluruhan isi percakapan, memastikan tingkat pelanggaran yang terjadi, serta mengidentifikasi kemungkinan adanya korban atau pihak lain yang turut terdampak.

“Kami masih melakukan investigasi secara mendalam dengan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti tambahan agar duduk perkara dapat dipetakan secara utuh, objektif, dan adil,” ujarnya.

Sebagai bagian dari proses penanganan, Unesa menonaktifkan keenam mahasiswa terlapor dari seluruh kegiatan akademik maupun aktivitas kemahasiswaan selama pemeriksaan berlangsung. Kebijakan tersebut bersifat administratif dan bukan merupakan sanksi akhir, sehingga tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

Di sisi lain, Satgas PPK memastikan para korban memperoleh pendampingan psikologis, dukungan akademik, serta bantuan hukum apabila diperlukan. Kampus juga menjamin kerahasiaan identitas korban, pelapor, dan saksi selama proses berlangsung.

Unesa menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap bentuk kekerasan di lingkungan kampus demi menciptakan ruang belajar yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan.

Pihak kampus juga mengimbau seluruh sivitas akademika maupun masyarakat agar tidak menyebarluaskan tangkapan layar percakapan, identitas korban, ataupun informasi yang belum terverifikasi di media sosial. Langkah tersebut dinilai penting untuk melindungi korban dari dampak psikologis, sosial, maupun digital selama proses penanganan masih berjalan.

Selain itu, Unesa mengajak seluruh sivitas akademika yang mengetahui atau mengalami dugaan tindak kekerasan untuk melaporkannya melalui kanal resmi Satgas PPK agar setiap laporan dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.