KabarBaik.co, Surabaya – Dugaan pelecehan (objektifikasi) seksual di Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melibatkan enam mahasiswa sebagai pelaku. Korbannya siapa saja?
Ketua Satgas PPK Unesa Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba mengungkapkan bahwa hasil pendalaman menunjukkan jumlah korban yang teridentifikasi terus bertambah hingga mencapai 26 orang, terdiri atas 22 mahasiswa dan empat dosen.
“Hingga saat ini terdapat 26 korban yang telah teridentifikasi, terdiri atas 22 mahasiswa dan empat dosen,” ujar Iman, Minggu (19/7).
Menurut Iman, kasus yang ditangani merupakan dugaan kekerasan verbal dalam bentuk objektifikasi seksual melalui percakapan di grup mahasiswa.
“Kasus yang kami tangani berupa kekerasan verbal dalam bentuk percakapan grup mahasiswa yang berisi pesan-pesan tidak etis mengenai teman-teman mereka maupun beberapa dosen,” kata Iman.
Dari hasil penyelidikan awal, kata Iman, Satgas PPK mengidentifikasi tiga mahasiswa yang diduga terlibat. Namun, setelah riwayat percakapan ditelusuri lebih jauh dan investigasi diperluas, jumlah terlapor bertambah menjadi enam mahasiswa yang dinilai aktif dalam percakapan tersebut.
Seiring berkembangnya proses pemeriksaan, jumlah korban yang sebelumnya hanya tercantum beberapa orang dalam laporan awal juga terus bertambah hingga menjadi 26 orang. Pemeriksaan terhadap saksi dan korban mengungkap bahwa isi percakapan diduga tidak hanya mengobjektifikasi sesama mahasiswa, tetapi juga menyasar sejumlah dosen.
Seluruh korban yang telah teridentifikasi dipanggil untuk memberikan keterangan. Kampus juga memberikan pendampingan psikologis guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan. Satgas PPK masih membuka kemungkinan adanya korban lain apabila ditemukan fakta baru selama proses investigasi.
Satgas PPK turut mengajak mahasiswa, dosen, serta seluruh sivitas akademika yang mengetahui atau mengalami dugaan kekerasan di lingkungan kampus untuk menyampaikan laporan melalui kanal resmi agar setiap aduan dapat diproses sesuai prosedur yang berlaku. (*)






