KabarBaik.co, Malang – Sentra aneka kue basah di Jalan Plaosan Timur, Blimbing, Kota Malang, masih menjadi tujuan masyarakat yang ingin mendapatkan jajanan tradisional dengan harga terjangkau. Setiap pagi, kawasan ini dipenuhi aktivitas para pedagang dan pembeli, mulai dari warga sekitar, pemilik warung, hingga pelaku usaha yang membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali.
Berbagai jenis kue basah tersedia di sentra tersebut, di antaranya lemper, risoles, pastel, nagasari, klepon, onde-onde, putu ayu, kue lumpur, lapis, talam, dadar gulung, hingga aneka gorengan. Harga yang ditawarkan pun cukup bervariasi, mulai Rp 2.500 hingga Rp 5.000 per potong, sedangkan paket snack untuk berbagai acara dibanderol mulai Rp 20.000 hingga Rp 35.000 per kotak, tergantung isi dan jumlah pesanannya.
Salah seorang pedagang sekaligus warga setempat, Sulastri, mengatakan sentra kue basah Plaosan Timur telah menjadi sumber penghasilan bagi banyak keluarga di kawasan tersebut.
“Alhamdulillah setiap pagi selalu ramai. Pembeli datang dari berbagai daerah di Malang untuk membeli kue, baik untuk dijual lagi maupun untuk konsumsi sendiri. Kami berusaha menjaga kualitas rasa dan kebersihan agar pelanggan tetap datang,” ujarnya, Minggu (19/7).
Menurutnya, permintaan kue basah biasanya meningkat pada akhir pekan, musim hajatan, serta menjelang hari-hari besar keagamaan. Selain melayani pembelian eceran, para pedagang juga menerima pesanan dalam jumlah besar untuk kebutuhan rapat, pengajian, arisan, hingga pesta pernikahan.
Keberadaan sentra aneka kue basah di Jalan Plaosan Timur tidak hanya menjadi destinasi kuliner tradisional, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Puluhan pelaku UMKM menggantungkan usahanya dari produksi dan penjualan kue basah yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dengan cita rasa khas serta harga yang tetap terjangkau, sentra kue basah Plaosan Timur diharapkan terus berkembang sebagai salah satu ikon kuliner tradisional Kota Malang sekaligus mampu bersaing di tengah perkembangan industri makanan modern. (*)






