KabarBaik.co, Batu – Wisata kuliner di Kota Batu kembali menghadirkan destinasi baru yang menarik perhatian. Berada di Dusun Suko Rembug, Desa Sidomulyo, Warung Sego Empok Prasmanan Mewah menjadi hidden gem yang menawarkan perpaduan kuliner tradisional dengan panorama alam yang memanjakan mata.
Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus melewati gang sempit selebar sekitar satu meter dan berjalan kaki kurang lebih 150 meter. Namun, perjalanan tersebut seakan terbayar lunas saat tiba di warung yang berada di tengah hamparan kebun bunga dengan latar perbukitan serta Gunung Panderman.
Nama ‘Mewah’ sendiri merupakan singkatan dari mepet sawah, sesuai dengan letak warung yang berada di area persawahan. Suasana yang tenang dan udara sejuk khas Kota Batu menjadi nilai tambah bagi para pengunjung yang ingin menikmati kuliner sambil bersantai.
Warung milik Icuk ini mulai beroperasi sejak Juli 2025. Dalam waktu relatif singkat, tempat makan tersebut berhasil menarik minat warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah yang penasaran dengan konsep prasmanan khas yang diusung.
Pengunjung dapat memilih sendiri nasi empok, nasi putih, maupun campuran keduanya. Aneka sayur tradisional seperti tewel, manisa (labu siam), tempe tahu, hingga urap-urap juga disajikan secara prasmanan sehingga pelanggan bebas menentukan porsi sesuai selera.
“Sayurnya ada tempe tahu, manisa, tewel, serta urap-urap. Pengunjung bebas mengambil sendiri. Untuk nasi dan dua lauk tahu, tempe, atau mendol harganya Rp 10 ribu,” ujar Icuk, Minggu (5/7).
Menurutnya, konsep prasmanan memberikan kebebasan kepada pelanggan untuk mengambil makanan sesuai kebutuhan sekaligus menyesuaikan anggaran.
“Warung empok prasmanan sekarang jadi tren. Selain bebas ambil sesuai takaran, juga bisa menyesuaikan cuan,” ujarnya.
Selain menawarkan harga terjangkau, cita rasa nasi empok yang gurih dipadukan dengan sayur bersantan menghadirkan sensasi masakan rumahan yang kini mulai jarang ditemui. Beragam pilihan lauk tambahan juga tersedia bagi pengunjung yang ingin menikmati menu lebih lengkap.
Warung buka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB. Pada hari biasa, pengunjung ramai datang pada pagi hari hingga sekitar pukul 10.00 WIB, kemudian kembali memadati warung saat jam makan siang hingga pukul 13.30 WIB. Operasional berakhir pukul 17.00 WIB, sementara khusus hari Minggu warung melayani pelanggan hingga pukul 13.00 WIB.
“Pagi hari ramai orang jalan sehat dan pesepeda, menjelang siang wisatawan datang sampai siang,” ungkap Icuk.
Menariknya, setiap Minggu pengunjung juga dapat menikmati layanan sketsa wajah dari seniman lokal. Hanya dalam waktu sekitar 15 menit, wajah pengunjung dapat diabadikan dalam sebuah gambar pensil sambil menikmati hidangan.
Di balik kesuksesan usahanya, Icuk mengaku sebelumnya bekerja di bidang event organizer. Setelah pandemi Covid-19 menghentikan usahanya, ia beralih menjadi petani bunga sebelum akhirnya terinspirasi membuka warung sego empok prasmanan.
“Saya diajak teman bernama Rudi ke warung empok prasmanan di Batu dan Pujon. Dari situ saya mengonsep sendiri sampai akhirnya berdiri. Alhamdulillah ramai, ini jalan saya mencari rezeki,” tandasnya. (*)






