DBHCHT Pemkot Malang: Investasi Nyata untuk Kesehatan, Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat

oleh -83 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 18 at 8.14.15 AM
Pemberantasan peredaran rokok ilegal

KabarBaik.co, Malang – Komitmen Pemkot Malang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus diwujudkan melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) secara optimal.

Pada tahun 2026, dana tersebut diarahkan untuk membiayai berbagai program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari sektor kesehatan, perlindungan sosial, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pemanfaatan DBHCHT tidak hanya menjadi bentuk pelaksanaan amanat pemerintah, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memperkuat pelayanan publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Seluruh program dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat, khususnya kelompok rentan dan para pekerja.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan bahwa pengelolaan DBHCHT dilakukan secara akuntabel, transparan, dan tepat sasaran. Menurutnya, setiap rupiah yang diterima Pemerintah Kota Malang harus mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Melalui berbagai program yang didanai DBHCHT, Pemerintah Kota Malang berupaya memperkuat perlindungan sosial, meningkatkan kualitas layanan kesehatan, mendukung penegakan hukum terhadap peredaran rokok ilegal, serta memberdayakan masyarakat, termasuk para pekerja di industri hasil tembakau. Dengan demikian, manfaat DBHCHT dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujar Wahyu, Sabtu (18/7).

Salah satu fokus utama pemanfaatan DBHCHT tahun ini adalah sektor kesehatan. Pemkot Malang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 17,12 miliar untuk membiayai kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Program ini memastikan masyarakat prasejahtera tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan tanpa terbebani biaya iuran, sehingga pelayanan kesehatan dapat dinikmati secara merata.

WhatsApp Image 2026 07 18 at 8.14.16 AM
Anggaran DBHCHT untuk perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Sebesar Rp 3,03 miliar dialokasikan untuk pembiayaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal dan kelompok rentan, seperti pengemudi ojek online, pelaku UMKM, pekerja seni, perangkat masyarakat, hingga profesi lainnya yang belum memiliki perlindungan kerja yang memadai.

Di bidang perlindungan sosial, Pemkot Malang menyiapkan anggaran Rp 9,36 miliar untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi pekerja Industri Hasil Tembakau (IHT). Bantuan tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli sekaligus memberikan dukungan kepada para pekerja yang menjadi bagian penting dalam sektor industri hasil tembakau.

Tidak hanya berfokus pada aspek sosial, DBHCHT juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur. Melalui alokasi anggaran sebesar Rp 3,79 miliar, Pemkot Malang melakukan pembangunan dan peningkatan kualitas jalan di kawasan industri hasil tembakau. Infrastruktur yang semakin baik diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendukung aktivitas ekonomi yang lebih produktif.

Upaya meningkatkan daya saing masyarakat juga menjadi perhatian. Sebanyak Rp 1,44 miliar dialokasikan untuk pelatihan keterampilan kerja yang bertujuan meningkatkan kompetensi masyarakat, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong lahirnya pelaku usaha baru. Program ini diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan ekonomi.

Bagi Pemkot Malang, Wahyu menyebut, jika pemanfaatan DBHCHT bukan sekadar penggunaan anggaran, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera. Melalui sinergi berbagai program, pemerintah berharap manfaat DBHCHT dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kami ingin memastikan setiap rupiah DBHCHT yang diterima Pemerintah Kota Malang benar-benar kembali kepada masyarakat melalui program-program yang berdampak langsung. Dengan pengelolaan yang tepat sasaran, DBHCHT tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat hari ini, tetapi juga menjadi investasi bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di masa depan,” tutup Wahyu. (Adv)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.