Respons RSI Unisma Kota Malang Soal Pegawainya yang Resign Berjemaah

oleh -60 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 16 at 5.39.45 PM
RSI Unisma

KabarBaik.co, Kota Malang – Pegawai RSI Unisma Kota Malang resign berjemaah. Video pengunduran diri dari pekerjaan secara massal itu viral dari video di medsos yang diunggah oleh pegawainya sendiri.

Human Resources Development (HRD) RSI Unisma, Dwi Ida Nofa Diana, membenarkan adanya pegawai yang mengajukan pengunduran diri. Namun ia menegaskan proses resign dilakukan sesuai prosedur yang berlaku sehingga tidak seluruh pegawai langsung berhenti bekerja dalam waktu bersamaan.

“Memang ada proses pengunduran diri dari teman-teman. Bahkan yang kemarin mengunggah di media sosial masih ada yang aktif bekerja karena masa efektif resign-nya berbeda-beda, ada yang akhir Juli, pertengahan Juli hingga awal Agustus,” ujarnya saat ditemui di RSI Unisma, Kamis (16/7).

Menurut Ida, setiap pegawai yang mengundurkan diri wajib mengajukan pemberitahuan satu bulan sebelum hari terakhir bekerja. Karena itu, sebagian pegawai yang telah menyampaikan surat pengunduran diri masih tetap menjalankan tugasnya hingga masa kerja berakhir.

Sementara mengenai jumlah pegawai yang mengundurkan diri, khususnya di instalasi farmasi, Ida memperkirakan terdapat sekitar enam hingga delapan orang. Ia menyebut data tersebut bersifat dinamis karena proses resign berlangsung pada periode yang berbeda-beda.

“Kalau farmasi sekitar enam sampai delapan orang. Datanya masuk per periode bulan sehingga tidak bersamaan,” jelasnya.

Ida menegaskan keputusan resign merupakan hak setiap pegawai dan manajemen menghormati pilihan tersebut. Menurutnya, unggahan yang viral di media sosial lebih menggambarkan momen perpisahan para pegawai dengan tempat kerja mereka dibandingkan sebagai bentuk pelampiasan emosi.

Ia juga meluruskan informasi mengenai penutupan farmasi rawat inap. Menurutnya, area tersebut saat ini memang sedang dikosongkan karena menjalani proses renovasi untuk mendukung pembangunan sistem Pelayanan Farmasi Satu Pintu yang nantinya dipusatkan di area depan dekat lobi utama rumah sakit.

Di tengah dinamika internal tersebut, manajemen memastikan pelayanan kepada pasien tetap berjalan normal. Sistem pelayanan 24 jam dengan tiga shift disebut masih dapat dipenuhi melalui pengaturan dan rotasi tenaga kesehatan dari unit-unit yang memiliki kompetensi serupa.

“Kalau ada kekurangan tenaga di satu unit, kami lakukan perbantuan dari unit pelayanan lain yang sejenis. Bukan berarti tenaga nonperawat mengisi tugas perawat. Sejauh ini pelayanan tetap ter-handle dengan baik,” terang Ida.

Ia menambahkan, hingga kini manajemen belum berencana membuka rekrutmen pegawai baru. Langkah tersebut diambil agar rumah sakit dapat lebih memprioritaskan pemenuhan hak-hak karyawan yang masih tertunda tanpa menambah beban biaya operasional.

“Kami fokus pada pemenuhan hak teman-teman. Kalau menambah pegawai baru berarti fixed cost juga bertambah, sementara saat ini prioritas kami adalah menyelesaikan kewajiban yang masih ada,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.