KabarBaik.co, Jember – Sebanyak 27 siswa TK dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Kecamatan Bangsalsari, Jember dilaporkan mengalami gejala muntah dan diare massal yang diduga kuat terjadi setelah mereka mengonsumsi menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Karangsono.
Hingga saat ini, pihak Puskesmas setempat masih merawat secara intensif belasan pasien yang mengalami kondisi mual dan lemas.
Anggota Satgas MBG Pemkab Jember Akhmad Helmi Luqman mengatakan, kronologi kejadian bermula sesaat setelah pembagian menu MBG dilakukan. Mengingat program ini baru pertama kali menyasar wilayah tersebut, anak-anak dan warga menyambutnya dengan antusias tinggi dan langsung menghabiskan makanan yang dibagikan.
“Orang tua salah satu korban sempat menyatakan bahwa secara fisik tidak ada keanehan pada makanan tersebut. Saat dikonfirmasi mengenai kondisi hidangan, pihak keluarga menjelaskan bahwa makanan tidak mengeluarkan rasa asam, tidak basi, ataupun menunjukkan tanda-tanda kelainan visual lainnya,” ungkap Helmi, Kamis (16/7).
Namun, selang beberapa jam pasca-mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah anak mulai mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak stabil. Gejala yang dialami para korban meliputi demam tinggi (panas), diare, hingga muntah-muntah secara terus-menerus.
Melihat kondisi anak-anak mereka yang memburuk, pihak keluarga langsung membawa mereka ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Pihak tim medis Puskesmas menyatakan bahwa untuk sementara waktu, diagnosis kerja bagi para pasien adalah muntaber atau gastroenteritis akut akibat kontaminasi makanan.
“Tim kesehatan dari Dinas Kesehatan dan instansi terkait saat ini masih terus melakukan investigasi mendalam untuk menelusuri penyebab pasti di balik insiden ini,” katanya.
Berdasarkan data pembaruan terakhir di lokasi, total akumulasi siswa yang terdampak mencapai 27 orang.
Sebagian korban yang kondisinya membaik telah diizinkan pulang ke rumah masing-masing. Kendati demikian, jumlah pasien yang harus menjalani rawat inap di Puskesmas justru mengalami penambahan dari yang semula 11 orang menjadi 12 orang. Rata-rata pasien yang masih bertahan di bangsal perawatan dilaporkan masih merasakan mual-mual dan pusing.
Helmi juga menyampaikan, menanggapi insiden yang terjadi, Pemerintah Kabupaten Jember bergerak cepat. Atas perintah langsung dari Bupati Jember, Gus Fwait seluruh biaya pengobatan, perawatan, hingga obat-obatan untuk para korban dipastikan gratis total tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Pihak Puskesmas juga menegaskan komitmennya untuk tidak mengizinkan para pasien yang saat ini dirawat untuk pulang, sebelum kondisi kesehatan mereka benar-benar pulih total dan dinyatakan aman oleh tim dokter yang menangani. Pihak dinas terkait juga tengah mengambil sampel sisa makanan untuk uji laboratorium guna mengetahui unsur penyebab keracunan massal tersebut.(*)






