KabarBaik.co, Jember – Satuan Tugas (Satgas) Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Jember akhirnya membeberkan hasil uji laboratorium terkait kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa.
Pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah sampel makanan dari Satuan Pelayanan Penutupan Gizi (SPPG) Kaliwates 3 yang dinilai lalai dalam menjaga standar keamanan pangan.
Ketua Satgas MBG Jember, Achmad Imam Fauzi, mengungkapkan bahwa pihaknya menguji empat jenis sampel makanan melalui Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya. Sampel tersebut meliputi nasi putih, ayam suwir bumbu kuning, ayam suwir bumbu merah, dan tahu crispy.
“Dari empat sampel yang diuji, ayam suwir bumbu kuning dan ayam suwir bumbu merah dinyatakan positif mengandung bakteri Staphylococcus aureus. Sementara untuk nasi dan tahu crispy hasilnya negatif,” jelas Fauzi, Jumat (11/6).
Keberadaan bakteri Staphylococcus aureus inilah yang memicu gejala pusing, mual, hingga muntah pada para siswa. Secara medis, bakteri yang lazim ditemukan pada kulit dan hidung manusia ini sebenarnya tidak selalu berbahaya.
Namun, jika tumbuh subur akibat salah penanganan atau saat imunitas tubuh sedang turun, bakteri ini dapat memicu infeksi serius.
Dampak fatal dari kontaminasi bakteri ini meliputi toxic shock syndrome, yang ditandai dengan demam tinggi mendadak, anjloknya tekanan darah, pusing, mual, muntah, diare, hingga kejang-kejang.
Fauzi menambahkan, munculnya bakteri pada daging umumnya disebabkan oleh kelalaian dalam proses memasak serta penyimpanan yang buruk.
“Besar kemungkinan pemicunya adalah faktor higienitas pekerja, proses pengolahan yang salah, serta lingkungan dapur yang kurang bersih,” imbuhnya.
Merespons temuan fatal ini, Satgas MBG Jember mengambil langkah tegas. Bupati Jember telah menyurati Badan Gizi Nasional untuk menuntut penutupan permanen SPPG Kaliwates 3.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, Satgas MBG Jember berkomitmen untuk memperketat proses monitoring dan evaluasi di seluruh dapur SPPG yang beroperasi, guna memastikan kepatuhan total terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Sebagai informasi, kasus ini mencuat setelah 22 siswa TK dan PAUD di Jember mengalami gejala keracunan dan harus dilarikan ke puskesmas serta rumah sakit pada 20 Mei 2026 lalu.
Kondisi tersebut terjadi usai mereka menyantap paket makanan gratis yang dipasok oleh SPPG Mitra Kaliwates 3.(*)






