KabarBaik.co, Jember – Anggota DPRD Kabupaten Jember dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Intan Permatasari, menggelar kegiatan reses guna menyerap aspirasi masyarakat Desa Sumberpakem, Kecamatan Sumberjambe secara langsung.
Dalam agenda rutin tersebut, politisi PPP ini menerima berbagai masukan, keluhan, hingga apresiasi dari warga terkait pembangunan dan pelayanan publik di daerah pemilihan (dapil) setempat.
Intan mengatakan, reses kali ini diawali dengan apresiasi yang disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat, Bapak Sudahri. Ia menyampaikan terima kasih atas komitmen pemerintah dan kawalan dari Fraksi PPP terkait penambahan jumlah dokter di Rumah Sakit (RS) Ajung. Langkah ini dinilai sangat berdampak positif terhadap kecepatan dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekitar.
“Selain itu, di sektor infrastruktur, warga juga menyampaikan dua keluhan utama yang membutuhkan penanganan segera, seperti perbaikan jembatan Sukowiryo. Warga mengeluhkan kondisi jembatan setempat yang mulai rusak dan dinilai membahayakan pengguna jalan,” ungkapnya, Kamis (16/7).
Ia menyebut, perbaikan fasilitas ini dinilai mendesak untuk menunjang mobilitas dan perekonomian warga.
“Sedangkan di daerah Sumberpakem, minimnya fasilitas PJU. Kondisi jalan yang gelap gulita di malam hari, itu jelas membuat keselamatan berkendara dan potensi kerawanan tindakan kriminal,” tegas Intan
Aspirasi terkait penunjang pendidikan datang dari lingkungan Pondok Pesantren (PP) Nurul Ali. Warga mengharapkan adanya program pavingisasi untuk akses jalan menuju lembaga pendidikan tersebut.
“Kalau sudah masuk musim penghujan, jalanan menuju pesantren selalu digenangi air dan becek. Ini sangat mengganggu kenyamanan anak-anak yang mau belajar,” ujar salah satu warga saat menyampaikan keluhannya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Intan menegaskan bahwa seluruh poin aspirasi ini telah dicatat dan akan menjadi prioritas bagi Fraksi PPP untuk diperjuangkan dalam rapat paripurna maupun pembahasan anggaran bersama Pemerintah Kabupaten Jember.
“Semua masukan, mulai dari masalah kesehatan, jalan becek di pesantren, jembatan, lampu penerangan, hingga beasiswa dan fasilitas pemuda, akan kami formulasikan perjuangkan. Kami berkomitmen penuh untuk mengawal anggaran ini agar Pemkab Jember segera memberikan solusi nyata,” pungkasnya. (*)





