KabarBaik.co, Palu – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat waktu menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Pemerintah pun memastikan pupuk sudah tersedia sebelum musim tanam agar petani dapat menggunakannya tanpa kendala.
Hal itu disampaikan Zulkifli Hasan saat menghadiri kegiatan Rembuk Tani Pupuk Indonesia di Palu, Sulawesi Tengah, baru-baru ini. Menurut dia, pemerintah terus membenahi tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi guna menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan petani benar-benar terpenuhi. Setiap ke daerah saya selalu bertemu dengan para petani untuk memastikan kebijakan Pemerintah berjalan dengan baik,” ujar Menko Zulhas dalam keterangannya yang dikutip pada Kamis (16/7).
Ia mengatakan pemerintah telah menyederhanakan regulasi penyaluran pupuk bersubsidi sehingga lebih cepat dan mudah diakses petani. Selain itu, pemerintah juga menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar 20 persen untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi.
Menurut Zulhas, kebijakan tersebut membuat pupuk tersedia sebelum musim tanam dengan jumlah yang mencukupi dan harga yang lebih terjangkau.
“Alhamdulillah tadi sudah kita pastikan, pupuk tersedia sebelum tanam, jumlahnya cukup, dan harganya mendapat diskon. Itu bisa ditanyakan langsung kepada para petani,” kata Menko Zulhas.
Ia menambahkan, keberhasilan menjaga ketersediaan pupuk menjadi capaian penting di tengah ketidakpastian rantai pasok global. Di saat sejumlah negara menghadapi kelangkaan pupuk, Indonesia dinilai mampu menjaga pasokan untuk memenuhi kebutuhan petani.
“Di tengah dinamika geopolitik global, negara-negara lain mengalami kekurangan pupuk. Kita alhamdulillah pupuknya lebih dari cukup,” ujarnya.
Zulhas menegaskan, penyaluran pupuk yang tepat waktu berdampak langsung terhadap peningkatan hasil pertanian. Menurutnya, ketersediaan pupuk sebelum musim tanam dapat meningkatkan produksi pertanian sekitar 7 hingga 8 persen, sedangkan keterlambatan distribusi akan menurunkan hasil panen.
“Kalau pupuk lancar dan sudah tersedia sebelum musim tanam, produksi pertanian bisa naik. Kalau pupuk telat, pasti produksinya turun. Jadi pupuk sangat penting bagi petani agar produktivitasnya meningkat,” jelas Menko Zulhas.
Sementara itu, Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia (Persero) Dwi Satriyo Annurogo memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi secara nasional tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan petani. Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah yang membuat penyaluran pupuk bersubsidi semakin efisien sehingga penyerapannya terus meningkat.
Hingga 30 Juni 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi secara nasional mencapai 4.855.894 ton atau sekitar 49 persen dari total alokasi sebanyak 9.845.686 ton.
Di Sulawesi Tengah, penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 68.459 ton atau sekitar 42 persen dari alokasi 161.400 ton. Penyaluran tersebut terdiri atas pupuk Urea sebanyak 23.668 ton, NPK Phonska 33.249 ton, NPK Khusus Kakao 10.432 ton, pupuk organik 1.038 ton, serta SP-36.
Untuk memastikan distribusi tetap berjalan lancar, Pupuk Indonesia juga menyiapkan stok pupuk bersubsidi di Sulawesi Tengah sebanyak 14.805 ton per 2 Juli 2026. Stok tersebut meliputi 8.726 ton pupuk Urea, 3.705 ton NPK Phonska, 1.695 ton NPK Kakao, 637 ton pupuk organik, dan 42 ton SP-36.(*)






