Arus Peti Kemas TPS Naik 5,06 Persen di Juni 2026, Pangsa Pasar Internasional Tetap Dominan

oleh -77 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 16 at 9.00.32 AM 1
Tumpukan peti kemas di TPS (Ist)

KabarBaik.co, Surabaya – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatatkan pertumbuhan positif pada kinerja operasional selama Juni 2026. Arus peti kemas di terminal yang merupakan anak usaha Pelindo Terminal Petikemas (Pelindo TPK) itu meningkat 5,06 persen secara bulanan (month-on-month), dari 111 ribu Twenty-foot Equivalent Units (TEUs) pada Mei menjadi 116 ribu TEUs pada Juni 2026.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh meningkatnya aktivitas perdagangan internasional. Arus peti kemas ekspor tercatat naik 10,14 persen, dari 51 ribu TEUs menjadi 57 ribu TEUs. Sementara itu, volume impor juga tumbuh tipis 0,26 persen menjadi 59 ribu TEUs dibandingkan bulan sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan TPS Erika Asih Palupi mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi yang baik antara perusahaan, pelanggan, dan seluruh pemangku kepentingan di tengah proses transformasi operasional yang sedang dijalankan.

Menurutnya, TPS terus melakukan berbagai penyesuaian operasional seiring program modernisasi dan peremajaan peralatan bongkar muat utama sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing dan kualitas layanan.

“Pertumbuhan arus peti kemas pada Juni 2026 secara month-on-month merupakan hasil kolaborasi yang harmonis antara TPS dengan seluruh pelanggan dan pemangku kepentingan,” ujar Erika, Kamis (16/7).

Ia menjelaskan komunikasi yang intensif dengan seluruh pihak mampu meminimalkan dampak transisi operasional sehingga pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan optimal.

Saat ini TPS secara bertahap mengoperasikan 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) dan empat unit Electric Container Crane (E-CC). Kehadiran peralatan baru tersebut membutuhkan sejumlah penyesuaian operasional agar proses transformasi berlangsung lancar tanpa mengganggu kualitas pelayanan.

“Transformasi ini merupakan investasi jangka panjang TPS untuk memperkuat kapasitas, produktivitas, dan keandalan layanan. Kami optimistis setelah masa transisi terlewati, kinerja operasional akan semakin meningkat sehingga mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pengguna jasa maupun pemangku kepentingan,” katanya.

Kinerja TPS juga mendapat apresiasi dari kalangan pelaku logistik. Wakil Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur, Husni, menilai langkah modernisasi yang dilakukan TPS mampu mendukung kelancaran arus logistik dan meningkatkan efisiensi layanan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak.

“Kami melihat komitmen TPS dalam melakukan transformasi operasional dan modernisasi peralatan sebagai langkah yang tepat untuk meningkatkan daya saing pelabuhan. ALFI Jawa Timur berharap kolaborasi yang sudah terjalin dapat terus diperkuat guna mendukung kelancaran rantai pasok dan pertumbuhan perdagangan nasional,” ujarnya.

Selain mencatat pertumbuhan volume peti kemas, TPS juga mempertahankan produktivitas bongkar muat yang tinggi. Sepanjang periode berjalan tahun 2026, rata-rata produktivitas mencapai 51 box per ship per hour, melampaui standar minimum yang ditetapkan Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak sebesar 48 box per ship per hour.

Kinerja tersebut turut memperkuat posisi TPS sebagai operator utama peti kemas internasional di Pelabuhan Tanjung Perak dengan menguasai sekitar 83 persen pangsa pasar peti kemas internasional. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.