KabarBaik.co, Kota Malang – Aksi pengunduran diri sejumlah pegawai Rumah Sakit Islam (RSI) Universitas Islam Malang (Unisma) menjadi sorotan publik setelah kisah mereka viral di media sosial. Video yang beredar di medsos memicu berbagai spekulasi terkait kondisi internal rumah sakit, mulai dari dugaan keterlambatan pembayaran gaji hingga pengurangan upah bagi tenaga kesehatan.
Di video yang beredar pemilik akun mengaku memutuskan mengundurkan diri setelah delapan dan ada juga yang 11 tahun bekerja di rumah sakit swasta tersebut. Ia juga mengunggah foto-foto kebersamaan dengan rekan kerja serta mengungkapkan kesedihannya harus meninggalkan lingkungan kerja yang selama ini dianggapnya sebagai rumah kedua.
“Terima kasih untuk 11 tahun yang penuh cerita. Saatnya melangkah ke perjalanan baru,” tulis caption di video.
Video itu juga memperlihatkan ruang, tempat kerja, dan kursi yang kosong. Dalam unggahannya, ia menyebut keputusan resign diambil bersama sejumlah rekan karena berbagai persoalan yang mereka alami. Salah satunya berkaitan dengan keterlambatan pembayaran gaji hingga pemotongan pendapatan yang disebut mencapai hampir 50 persen dari total gaji.
“Tapi makin bertahan kebijakan yang dibikin mereka semua makin gak masuk akal, kita banyak didzolimi dan makin tidak manusiawi,” tulis di caption.
Unggahan itu juga menyebut tim farmasi rawat inap melakukan pengunduran diri secara bersamaan. Menanggapi komentar warganet, pemilik akun menulis bahwa aksi resign berjamaah tersebut membuat unit farmasi rawat inap harus ditutup.
Human Resources Development (HRD) RSI Unisma Dwi Ida Nofa Diana membenarkan adanya pegawai yang mengajukan pengunduran diri.
“Memang ada proses pengunduran diri dari teman-teman,” ujarnya saat ditemui di RSI Unisma, Kamis (16/7). (*)






