KabarBaik.co, Surabaya – Keberatan yang disampaikan para Ketua RT, Ketua RW, beserta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Tambak Wedi terkait sanksi mutasi mantan Lurah Muchamad Yusufian bukan tanpa alasan. Suara dukungan pun datang dari warga yang menilai kinerja Yusufian yang kini diangkat menjadi Kasi Pemerintahan di kelurahan lain tersebut sangat baik, mengayomi, dan selalu hadir untuk masyarakat.
Warga dari RW 01 hingga RW 04 serentak mengaku sangat terbantu selama Yusufian menjabat. Yanto, warga RW 02, menceritakan kesaksiannya bagaimana sang lurah mampu meredam konflik tanah yang sempat memanas.
“Saya pernah menyaksikan langsung ketika ada dua pihak berseteru terkait permasalahan tanah. Pak Fian dengan sabar mendamaikan dan mencarikan solusi terbaik yang akhirnya disepakati oleh kedua belah pihak. Tanpa cek-cok,” ujar Yanto, Kamis (16/7).
Senada, Imam warga RW 01 memuji terobosan cerdas yang dibuat Yusufian lewat program Kopi Aspirasi Warga (Kopasga). Program ini digelar berkeliling di setiap warung kopi warga, bukan sekadar mendengar keluhan, melainkan bentuk nyata pendampingan ekonomi sekaligus pelayanan publik.
Penjelasan lebih lanjut disampaikan M. Rais, Ketua LPMK Tambak Wedi. “Kopasga ini rencananya keliling di setiap RW dan lokasinya di warung kopi milik warga setempat. Jadi mendukung usaha kecil warga, ekonomi kita dukung sambil mendengarkan aspirasi warga. Kemarin dimulai dari RW 01, setelah itu rencananya ke RW 02. Cuma sayang Pak Lurah keburu dimutasi,” ungkapnya penuh penyesalan.
Ade Sugiarto dari RW 03 menambahkan hampir seluruh urusan warga mulai dari kegiatan PKK, pembinaan Kader Surabaya Hebat, hingga masalah kesehatan selalu ditangani tuntas tanpa berlarut-larut.
Sementara itu, Rofii warga RW 04 turut prihatin melihat sosok yang dianggapnya mampu meredam keributan di wilayahnya justru harus menerima dampak buruk dari kasus yang menimpanya.
“Selama ini setiap ada permasalahan di Tambak Wedi ini selalu ramai, bahkan ada yang sampai panas. Tetapi ketika diselesaikan oleh Pak Lurah Fian semuanya aman tak jadi keramaian. Kasihan Pak Fian sampai anak dan istrinya jadi korban rasan-rasan,” tuturnya dengan nada prihatin.
Bagi warga Tambak Wedi, langkah Yusufian dalam melayani masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas jabatan, melainkan bukti dedikasi yang tulus mengayomi setiap lapisan masyarakat. (*)






