KabarBaik.co, Blitar – Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat (SR) Kota Blitar akan sementara ditopang guru tamu. Langkah tersebut diambil sembari menunggu proses rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) khusus Sekolah Rakyat dari Kementerian Sosial (Kemensos) rampung.
Kepala Sekolah Rakyat Kota Blitar, Johan Argono mengatakan, selama dua bulan awal operasional sekolah, kebutuhan tenaga pendidik dipenuhi melalui dukungan Dinas Pendidikan Kota Blitar dan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Blitar Raya.
“Untuk dua bulan ini kami mendapat dukungan dari Dispendik dan Cabdindik untuk mendatangkan guru tamu. Karena September nanti baru ada pengumuman PPPK Kemensos khusus untuk Sekolah Rakyat. Saat ini masih proses administrasi,” ujarnya.
Menurut Johan, kebutuhan guru pada angkatan pertama cukup besar. Untuk jenjang SD dibutuhkan sedikitnya sembilan guru, SMP sebelas guru, dan SMA tujuh belas guru atau masing-masing satu guru untuk setiap mata pelajaran.
Selain tenaga pengajar, pihak sekolah juga masih menyiapkan wali asrama yang nantinya bertugas mendampingi dan mengawasi siswa selama 24 jam. Sambil menunggu proses pengadaan tenaga PPPK, posisi tersebut sementara akan diisi oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
“Wali asrama nanti mengawasi siswa selama 24 jam. Karena kebutuhan mendesak dan PPPK belum tersedia, sementara kami merekrut teman-teman dari PKH untuk mengisi posisi tersebut,” jelasnya.
Di sisi lain, Johan memastikan persiapan pembukaan Sekolah Rakyat terus berjalan. Progres pembangunan fisik sekolah telah mencapai lebih dari 85 persen dan ditargetkan selesai sebelum pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan dimulai pada 31 Juli mendatang.
Saat ini, pihak sekolah juga masih melakukan pemenuhan kuota peserta didik angkatan pertama sebanyak 270 siswa. Kuota tersebut dibagi merata untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, masing-masing sebanyak 90 siswa. Selain itu, sekitar 150 siswa titipan dari Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) wilayah Malang dan Batu juga akan mengikuti kegiatan MPLS di Kota Blitar. (*)






