KabarBaik.co, Pasuruan – Fasilitas pendidikan terpadu bagi kalangan masyarakat kurang mampu di wilayah perkotaan kini telah memasuki tahapan akhir pembangunan menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
Pemerintah pusat terus menggenjot penyelesaian ornamen bangunan utama agar seluruh aktivitas pengenalan lingkungan sekolah dapat berjalan secara aman dan representatif.
Langkah akselerasi ini terus dikawal ketat demi memastikan target pemanfaatan aset negara tersebut tidak mengalami keterlambatan operasional di tingkat daerah.
Jajaran kementerian terkait juga secara intensif meninjau kelayakan ruang kelas serta fasilitas penunjang guna menyambut kedatangan para siswa baru.
“Kita lihat sarana prasarana yang ada di sini sudah lebih dari 95 persen, insyaallah nanti mulai pembelajaran atau MPLS tanggal 31 Juli, dengan 60 lebih titik lagi yang lain. Per hari ini sudah ada 19 MPLS yang ada di gedung permanen Sekolah Rakyat, nah, ini akan ada tambahan lagi 60 lebih di tanggal 31 termasuk Kota Pasuruan ini,” kata Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, Jumat (17/7).
Gus Ipul sapaan akrabnya mengatakan bahwa kondisi bangunan di SR Jatim 3 dinilai cukup nyaman dan telah dilengkapi fasilitas olahraga berupa lapangan basket, sepak bola, hingga lintasan lari atau jogging.
Penyediaan infrastruktur olahraga yang lengkap tersebut diharapkan mampu menjadi stimulus positif untuk mendukung kebugaran fisik para siswa selama masa pembelajaran.
Kerja sama jangka panjang dengan jajaran pemerintah daerah pun terus dirajut secara berkesinambungan demi menjamin kelestarian fasilitas publik ini.
Pihak kementerian mengapresiasi gerak cepat jajaran forkopimda dalam mendukung penyediaan lahan strategis di kawasan pusat kota. Evaluasi berkala akan terus digulirkan untuk mengukur efektivitas penggunaan gedung permanen ini dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan.
“Kerja sama ini akan berkelanjutan, tidak hanya sampai di situ karena Pak Wali Kota, Gubernur, Bupati ini adalah menjadi bagian dari tim penyelenggaraan Sekolah Rakyat menindaklanjuti arahan Bapak Presiden. Jadi saya gembira perkembangannya cukup baik, di mana anak-anak kita kelihatan tumbuh dengan baik secara fisik dan karakternya mulai lebih percaya diri,” sambung Gus Ipul.
Sinergisitas yang kuat ini terbukti mampu melahirkan talenta berprestasi, termasuk meloloskan salah satu siswa asal Sulawesi Selatan menjadi pasukan pengibar bendera di istana negara.
Setelah perpindahan dari gedung sementara selesai, fokus pengelolaan akan diarahkan pada penguatan sistem keamanan lingkungan sekolah secara mandiri. Pemerintah daerah diharapkan tetap mendampingi proses transisi ini hingga manajemen internal sekolah dinilai benar-benar mandiri.
Program Sekolah Rakyat ini diproyeksikan menjadi percontohan nasional dalam hal pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak marjinal. Dengan kesiapan fisik yang matang, Kota Pasuruan siap menjadi pelopor suksesnya implementasi program strategis berskala nasional tersebut.






