KabarBaik.co, Surabaya – Program pengaduan masyarakat Hotline Cak Eri terus mendapat respon positif dari warga Surabaya untuk menyampaikan berbagai persoalan pelayanan publik. Sejak diluncurkan pada 11 Mei hingga 16 Juli 2026, Pemkot Surabaya telah menerima total 9.217 laporan, di mana sebanyak 9.077 di antaranya telah ditindaklanjuti dan diselesaikan.
Kepala Dinkominfo Surabaya Eddy Christijanto menjelaskan jumlah aduan sempat menurun pada bulan Juni setelah membludak di awal peluncuran. Namun memasuki akhir Juni hingga pertengahan Juli, angka laporan kembali meningkat tajam, rata-rata mencapai lebih dari 300 laporan setiap harinya.
“Fluktuasinya di awal 11 Mei itu tinggi, lalu turun di bulan Juni. Tapi akhir Juni sampai Juli luar biasa, bahkan sampai di atas 300-an sehari. Karena memang aturannya harus dieksekusi dalam waktu 1 kali 24 jam,” ujar Eddy, Jumat (17/7).
Tingginya minat warga ini dinilai sebagai bukti tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi dan menyampaikan kendala di lingkungannya. Eddy menegaskan, setiap pesan yang masuk tetap dibaca langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, meski tidak semuanya dibalas secara personal.
“Hotline yang disampaikan warga itu dibaca oleh Pak Wali. Mungkin beliau tidak menjawab satu per satu, tapi langsung diteruskan ke perangkat daerah agar segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Ia juga memaklumi jika ada warga yang bertanya-tanya mengapa pesannya tidak mendapat balasan langsung. Pasalnya, setiap hari bisa masuk 300 hingga 400 pesan WhatsApp. Namun Eddy memastikan hal itu tidak berarti laporan diabaikan.
“Bayangkan Pak Wali harus menjawab ratusan pesan setiap hari. Tentu butuh waktu sangat lama. Jadi ketika tidak dibalas, insyaallah langsung dieksekusi oleh teman-teman di lapangan,” tegasnya.
Setiap laporan akan dipilah berdasarkan kategori dan diserahkan ke dinas terkait. Contohnya aduan jalan berlubang atau masalah parkir non-tunai, langsung ditangani Dinas Perhubungan atau dinas teknis dengan melampirkan bukti foto pengerjaan.
Hingga 16 Juli, tersisa 103 laporan yang masih dalam proses penanganan. Eddy menjamin laporan tersebut baru diterima dan masih berada dalam batas waktu penyelesaian 1×24 jam.
“Seratus tiga laporan itu insyaallah akan selesai dikerjakan hari ini, dan besok statusnya akan nol,” ucapnya yakin.
Berdasarkan data, masalah parkir menjadi aduan terbanyak dengan 1.442 laporan. Berikutnya adalah lalu lintas, kemacetan dan pedagang kaki lima sebanyak 823 laporan, serta pendidikan 817 laporan terutama saat pelaksanaan SPMB 2026.
Kategori lain meliputi masalah sosial kemasyarakatan 715 laporan, infrastruktur jalan 542, gangguan ketertiban umum 421, fasilitas umum 385, ketenagakerjaan 367, hingga drainase dan saluran air 355 laporan.
Selain diteruskan ke dinas terkait, Eddy menambahkan Wali Kota Eri juga kerap turun langsung ke lapangan untuk menangani masalah yang membutuhkan perhatian khusus, seperti yang dilakukan di kawasan Jalan Nias, Tambak Wedi, hingga Sambikerep.
“Jadi untuk hal yang sifatnya mendesak dan perlu, beliau akan turun langsung memantau,” pungkasnya. (*)






