Pelaku Usaha Laundry di Blitar Beralih ke LPG 5,5 Kg Usai Didatangi Tim Monev

oleh -52 Dilihat
IMG 20260718 WA0046 scaled
Tim monev menemukan penggunaan

KabarBaik.co, Blitar – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menemukan masih adanya penggunaan LPG 3 kilogram bersubsidi oleh pelaku usaha saat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di sejumlah titik di Kota Blitar. Salah satu pelaku usaha yang mendapat pembinaan langsung memilih beralih menggunakan LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram.

Koordinator Sumber Daya Alam Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur, Nurhayati mengatakan, kegiatan monev dilakukan untuk memastikan distribusi LPG bersubsidi tepat sasaran. “Tabung LPG 3 kilogram itu jelas diperuntukkan bagi masyarakat miskin. Namun di lapangan masih kami temukan pengguna yang tidak sesuai peruntukannya,” ujarnya.

Menurut Nurhayati, selain menyasar pangkalan dan jalur distribusi, tim juga memeriksa penggunaan LPG oleh pelaku usaha. Dari hasil pemantauan, masih ditemukan usaha yang menggunakan gas melon untuk operasional.

“Sering kami jumpai pembeli menggunakan mobil mewah kemudian memborong LPG 3 kilogram. Karena itu kami meminta pemerintah kabupaten dan kota lebih ketat mengawasi distribusinya agar subsidi benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak,” katanya.

Salah satu pelaku usaha laundry di Kota Blitar, Faiz, mengaku sempat terkejut saat tempat usahanya didatangi tim monev. “Awalnya saya kaget karena tiba-tiba didatangi tim. Setelah dijelaskan kalau LPG 3 kilogram memang diperuntukkan bagi masyarakat miskin, saya langsung beralih menggunakan LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram,” ujar Faiz.

Ia mengaku sebelumnya menggunakan LPG 3 kilogram karena belum memahami ketentuan sasaran penerima subsidi. Setelah mendapatkan penjelasan dari petugas, ia memutuskan mengganti tabung gas yang digunakan untuk operasional usahanya.

Nurhayati menambahkan, pembinaan terhadap pelaku usaha akan terus dilakukan bersama pemerintah daerah agar penggunaan LPG bersubsidi sesuai aturan dan tidak mengurangi jatah masyarakat yang membutuhkan. “Kami berharap pelaku usaha yang belum sesuai peruntukannya dapat segera beralih ke LPG nonsubsidi. Pengawasan akan terus dilakukan agar subsidi energi benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin BT
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.