KabarBaik.co, Surabaya – Berawal dari pengalaman pribadi hidup dengan diabetes, Lidia Silvi Listio berhasil mengembangkan usaha kopi instan yang kini mulai menembus pasar internasional. Melalui merek Koffiku, pelaku UMKM asal Surabaya tersebut menghadirkan kopi hitam instan tanpa gula dan tanpa ampas sebagai alternatif bagi masyarakat yang menginginkan pilihan minuman yang lebih praktis.
Lidia, pendiri sekaligus CEO CV Freysea Indo Citra, mengatakan ide membangun usaha tersebut muncul dari kebutuhannya untuk tetap menikmati secangkir kopi hitam tanpa harus mengonsumsi gula berlebih.
“Sebagai penyandang diabetes, saya ingin tetap bisa menikmati kopi hitam dengan pilihan yang lebih sehat. Dari pengalaman itulah Koffiku lahir,” ujar Lidia, Sabtu (18/7).
Ia menjelaskan seluruh produk Koffiku menggunakan biji kopi pilihan dari berbagai daerah di Indonesia, terutama Jawa dan Sumatra. Biji kopi tersebut diproses melalui teknologi ekstraksi dan pengeringan sehingga menghasilkan kopi instan tanpa ampas dan tanpa tambahan gula.
Menurut Lidia, inovasi tersebut dihadirkan untuk memberikan pilihan bagi masyarakat yang menginginkan kopi praktis dengan cita rasa khas kopi Nusantara. Selain itu, pihaknya juga mengampanyekan pola konsumsi gula yang lebih bijak melalui gerakan #KurangiGula dan #NgopiSehatTanpaDiabetes.
Saat ini Koffiku memproduksi lima varian kopi hitam instan, yakni Robusta, Blend, Arabika, Arabika Gold, dan Robusta Agglomerated. Perusahaan juga menghadirkan enam varian kopi mix instan, meliputi Cappuccino, Almond Latte, Caramel Latte, Hazelnut Latte, Vanilla Latte, serta Kopi Susu 2 in 1.
Usaha tersebut dirintis sejak 2018 ketika Lidia masih berstatus sebagai karyawan. Berawal dari skala rumahan, Koffiku terus berkembang hingga mampu memperluas jangkauan pemasaran ke luar negeri.
Kini produk Koffiku telah dipasarkan ke Malaysia, Korea Selatan, dan Jepang, terutama untuk memenuhi permintaan masyarakat diaspora Indonesia.
“Kami bersyukur produk Koffiku sudah diterima di beberapa negara. Harapannya, kopi sehat Indonesia dapat semakin dikenal dan memiliki daya saing di pasar internasional,” katanya.
Dalam upaya memperluas pasar ekspor, Koffiku juga mengikuti Trade Expo Indonesia 2025 melalui fasilitasi PT Pertamina. Keikutsertaan tersebut dimanfaatkan untuk menjalin komunikasi dengan calon mitra bisnis dari berbagai negara sekaligus memperkenalkan inovasi produk kopi instan asal Indonesia.
Perjalanan usaha ini juga diwarnai sejumlah capaian. Pada 2024, Koffiku masuk dalam 350 Besar UMKM Pertamina tingkat nasional dan 40 Besar Indonesian Food Innovation. Setahun kemudian, usaha tersebut kembali meraih pengakuan dengan masuk 150 Besar Pengusaha Muda Brilian by BRI serta 20 Besar Food Startup Indonesia.
Bagi Lidia, berbagai pencapaian itu menjadi dorongan untuk terus mengembangkan inovasi sekaligus memperkuat daya saing UMKM Indonesia di industri kopi. Ia berharap semakin banyak produk kopi lokal yang mampu bersaing di pasar global dengan mengedepankan kualitas, inovasi, dan nilai tambah. (*)






