Pagar Besi dan Lampu Hias Dekat Balai Kota Surabaya Raib Dicuri, Armuji: Kok Bisa Ya?

oleh -54 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 18 at 8.20.19 AM
Wakil Walikota Surabaya Armuji saat sidak di lokasi pagar yang hilang (Istimewa)

KabarBaik.co, Surabaya – Fasilitas umum berupa pagar pembatas besi dan lampu hias di kawasan Jalan Walikota Mustajab, tepat di depan Grand City Mall, hilang diduga dicuri. Wakil Wali Kota Surabaya Armuji geram mengetahui itu. Padahal lokasi itu hanya berjarak sekitar 100 hingga 200 meter dari Balai Kota, rumah dinas Wali Kota Eri Cahyadi, maupun kediaman resmi Wakil Wali Kota.

Mendengar kabar yang juga sempat ramai dibicarakan di media sosial, Armuji langsung meninjau lokasi tersebut pada Jumat (17/7). Sesampainya di sana, ia terkejut melihat kondisi pagar yang seharusnya kokoh kini tinggal puing, baut-baut hilang, dan lampu penerangan jalan umum terlihat terbongkar separuh dengan bekas potongan yang diduga menggunakan gerinda maupun las.

“Pakai las ini. Bukan cuman bagian tengahnya, tapi sama tiang dan lampunya. Kalau tidak bawa truk tidak mungkin bisa mengambil ini? Padahal ada aliran listriknya lho, kenapa tidak sekalian kesetrum saja yang mengambil ini?,” ujar Armuji dengan nada tinggi.

Armuji mencatat setidaknya ada delapan tiang pagar yang raib. “Kok bisa ya, padahal pagar ini kuat sekali. Memang bautnya bisa dilepas, tapi kok bisa begitu keterlaluan?,” tambahnya.

Lebih mengherankan lagi, pencurian ini terjadi di jalan yang sangat ramai dan di depan mata banyak orang. Namun warga maupun pengguna jalan tidak curiga karena mengira pelaku adalah petugas yang sedang melakukan perbaikan pagar maupun taman.

“Luar biasa kelakuan maling ini. Padahal jalanan ramai dan pasti terekam CCTV. Nanti kita cek rekamannya, saya juga minta bantuan Kapolrestabes Surabaya untuk segera mengungkap pelakunya,” tegasnya.

Armuji juga menyoroti fakta bahwa barang tersebut memiliki logo milik Pemerintah Kota Surabaya, sehingga jika dijual di tempat loak akan sangat mudah dikenali. Ia pun mempertanyakan bagaimana pelaku bisa bertindak nekat di lokasi yang dianggap sangat aman dan dekat pusat pemerintahan.

“Raimu enggak kesetrum lho, Rek, sing nyolong lho, malinge lho. Heh? Kok enggak kesetrum? Lak kesetrum lak apik ngono ya,” ucapnya dengan nada kecewa.

Ia memperkirakan pelaku terdiri dari lebih dari empat orang, mengingat besi tersebut berat dan pemotongannya memerlukan tenaga serta waktu yang cukup lama. Suara bising dari mesin las dan gerinda pun seharusnya terdengar oleh warga sekitar.

Kini pihaknya berjanji akan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi guna memastikan waktu kejadian dan identitas pelaku agar segera diproses sesuai hukum yang berlaku. Armuji berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar fasilitas umum tidak lagi menjadi sasaran empuk pencurian yang merugikan kepentingan bersama. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.