KabarBaik.co, Pasuruan – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan menjadi satu-satunya KDMP di Pasuruan yang sudah beroperasi dengan omset bulanan ratusan juta rupiah.
Keberhasilan KDMP Wonokerto juga berhasil menarik perhatian pemerintah Kabupaten dan Kota lain di Jawa Timur, bahkan hingga Kalimantan Selatan untuk melakukan kunjungan studi banding langsung tentang cara pengelolaan KDMP Wonokerto.
Kepala Desa Wonokerto Sugiono mengatakan, keberhasilan KDMP tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses pengelolaan yang konsisten sejak koperasi diresmikan pada Oktober 2025.
“Kami berhasil membuktikan keberhasilan KDMP, dan sekarang omset bulanannya mencapai Rp 200 juta lebih,” kata Sugiono.
Sejak diresmikan pada Oktober 2025 lalu, hingga saat ini sudah sekitar 18 kabupaten dan kota yang sudah melakukan kunjungan studi banding di KDMP Wonokerto.
“2025 ada 12 kabupaten dan kota yang studi banding, baik dari lingkungan Jawa Timur hingga luar pulau seperti dari Kalimantan Selatan. Sementara sepanjang tahun 2026 ada 6 daerah,” tambahnya.
KDMP Wonokerto sendiri saat ini dikelola oleh enam orang pegawai dari kalangan pemuda setempat. Keberadaan koperasi tersebut tidak hanya menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat.
Menurut Sugiono, untuk melengkapi kebutuhan stok barang koperasi, selain mengandalkan supplier dari pabrik, ia juga bekerja sama dengan UMKM setempat dan luar desa lainnya.
“Kami juga menjual produk UMKM, seperti kripik pisan, sinom, hingga kopi dari bubuk dari desa tetangga. Selain itu juga ada telor hasil dari Bumdes kita sendiri yang juga kami jual dikoperasi,” tambahnya.
Keberhasilan KDMP Wonokerto pun menjadi contoh bahwa koperasi desa dapat berkembang menjadi pusat perdagangan yang mandiri, apabila dikelola secara profesional dan melibatkan potensi ekonomi lokal.






