KabarBaik.co, Blitar – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Blitar terus berjalan. Hingga pertengahan Juli, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar mencatat progres pendataan telah mencapai sekitar 48 persen dari total target usaha yang harus didata.
Kepala BPS Kota Blitar, Hanung Pramusito mengatakan, secara umum pelaksanaan sensus berjalan lancar. Meski demikian, petugas di lapangan masih menemui sejumlah penolakan dari pelaku usaha maupun masyarakat. Namun jumlahnya relatif kecil.
“Sejauh ini masih tergolong aman. Memang ada beberapa penolakan, tetapi jumlahnya sangat sedikit dibandingkan populasi yang didata,” ujarnya, Rabu (15/7)
Menurut Hanung, sebagian besar penolakan terjadi karena masyarakat belum memahami tujuan sensus. Ada pula yang khawatir data yang diberikan akan dikaitkan dengan perpajakan maupun penyaluran bantuan pemerintah.
“Penyebabnya umumnya karena kurang informasi tentang sensus atau ada kekhawatiran datanya dihubungkan dengan pajak maupun bantuan. Setelah kami datangi kembali bersama pegawai organik atau pengawas, sebagian besar akhirnya bersedia memberikan data,” katanya.
Selain itu, proses pendataan juga terkendala pada usaha skala besar dan menengah, seperti perbankan dan jaringan minimarket. Data usaha tersebut tidak berada di cabang, melainkan tersimpan di kantor pusat sehingga membutuhkan proses persetujuan sebelum disampaikan kepada BPS.
“Untuk usaha besar dan menengah seperti bank maupun gerai minimarket, datanya terpusat di kantor pusat. Kami sudah berkoordinasi dengan masing-masing kantor pusat dan saat ini masih menunggu data balikan,” jelasnya.
Karakteristik masyarakat perkotaan juga menjadi tantangan tersendiri. Banyak pelaku usaha maupun anggota rumah tangga yang bekerja pada siang hari sehingga petugas harus melakukan pendataan pada sore hingga malam hari.
“Karena banyak warga bekerja pada siang hari, petugas umumnya melakukan pendataan sore hingga malam. Akibatnya waktu efektif pendataan menjadi lebih terbatas,” pungkasnya. (*)






