KabarBaik.co, Surabaya – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Biosolar, tetap dalam kondisi aman di tengah antrean kendaraan angkutan barang yang sempat terjadi di sejumlah SPBU di Jawa Timur.
Untuk menjaga kelancaran distribusi, Pertamina mengoptimalkan seluruh rantai pasok BBM mulai dari terminal penyimpanan hingga penyaluran ke SPBU. Berbagai langkah percepatan dilakukan agar kebutuhan energi masyarakat dan sektor transportasi tetap terpenuhi.
Dalam sepekan terakhir, Pertamina meningkatkan volume penyaluran BBM di atas rata-rata konsumsi harian. Distribusi dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing SPBU agar stok tetap tersedia dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Hingga saat ini, realisasi penyaluran Pertalite telah mencapai 96,6 persen dari kuota kumulatif tahun berjalan, sedangkan Biosolar mencapai 103,3 persen. Capaian tersebut menunjukkan distribusi Biosolar terus dioptimalkan untuk memenuhi tingginya kebutuhan di lapangan.
Untuk mempercepat pasokan, Pertamina mengoperasikan seluruh Fuel Terminal (FT) dan Integrated Terminal (IT) di Jawa Timur selama 24 jam. Selain itu, diterapkan skema alih suplai dengan dukungan pasokan dari Integrated Terminal Tanjungwangi serta Fuel Terminal Malang, Madiun, Tuban, hingga Boyolali, Jawa Tengah.
Tak hanya itu, kapasitas angkut armada mobil tangki juga ditambah sebesar 608 kiloliter sehingga total kemampuan distribusi mencapai 22.196 kiloliter per hari. Mobil tangki juga diberangkatkan lebih awal agar pasokan BBM sudah tiba di SPBU sebelum aktivitas masyarakat dimulai pada pagi hari.
Di tingkat SPBU, Pertamina bersama pengelola turut mengatur jalur masuk kendaraan agar antrean tetap tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas masyarakat di sekitar lokasi. Seluruh proses distribusi dipantau secara real time melalui sistem monitoring operasional. Dengan pemantauan tersebut, penyesuaian suplai dapat segera dilakukan apabila terjadi lonjakan permintaan di suatu wilayah.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan seluruh upaya tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memastikan pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat.
“Pertamina terus mengoptimalkan seluruh infrastruktur dan sumber daya yang dimiliki agar kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi. Penyaluran kami tingkatkan di atas rata-rata kebutuhan normal, operasional Fuel Terminal dan Integrated Terminal berlangsung selama 24 jam, armada mobil tangki kami tambah, serta pola distribusi terus kami evaluasi secara berkala agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” ujarnya, Minggu (28/6)
Pertamina juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying. Menurut perusahaan, stok BBM dalam kondisi aman dan distribusi terus dilakukan secara berkesinambungan. (*)







