KabarBaik.co, Blitar – Aksi perundungan yang melibatkan pelajar SMP di Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, mendapat perhatian pihak sekolah. SMP Negeri Doko menyebut ada empat siswa lintas kelas yang melaporkan menjadi korban dugaan bullying atau perundungan.
Kepala SMP Negeri Doko Sri Wana Pertiwi mengatakan laporan tersebut telah ditindaklanjuti pihak sekolah. Beberapa kasus bahkan sudah diselesaikan, sementara satu kasus masih dalam proses penanganan.
“Korban yang melapor totalnya ada empat siswa lintas kelas. Tapi semuanya sudah terselesaikan, tinggal yang ini,” ungkap Sri, Jumat (7/8).
Menurut Sri, pihak sekolah tidak bisa memastikan jumlah korban secara keseluruhan karena kemungkinan terdapat kejadian lain yang tidak dilaporkan kepada sekolah.
“Kalau untuk totalnya kami tidak tahu, karena di luarnya itu juga mungkin sudah kami juga tidak tahu,” katanya.
Sri menjelaskan salah satu kejadian yang belakangan menjadi perhatian terjadi di luar lingkungan sekolah. Karena lokasi kejadian berada di luar sekolah, pengawasan terhadap aktivitas siswa juga tidak sepenuhnya berada di bawah kewenangan pihak sekolah.
“Jadi ini murni ada di luar sekolah. Kalau sudah di luar sekolah, pengawasan kami lebih banyak di dalam sekolah. Kalau di luar sekolah, otomatis pengawasan maksimal ada di orang tua,” jelasnya.
Polsek Doko sebelumnya telah memfasilitasi mediasi antara keluarga korban dan terduga pelaku terkait kejadian kekerasan terhadap salah seorang pelajar. Mediasi dilakukan bersama perangkat desa setelah rekaman kejadian tersebut beredar di media sosial.
Dari pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Keluarga korban memilih tidak melanjutkan perkara melalui jalur hukum formal.
Pihak sekolah sendiri tetap melakukan penanganan terhadap laporan yang masuk dan berupaya memastikan persoalan antarsiswa tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas. (*)






