Pesta Kemenangan Berbalut Religi: Sambut “Pangeran Dangdut” Valen Pamekasan Pulang Kampung

oleh -196 Dilihat
VALEN ARUDAM
Valen Pamekasan (Foto IG)

KabarBaik.co– Suasana pergantian tahun di Pamekasan dipastikan berbeda. Semarak. Perbedaan itu tidak lain karena kehadiran bintang muda putra daerah, Achmad Valen Akbar alias Valen Pamekasan. Pelajar MAN 1 Pamekasan itu baru saja menjadi runner-up Dangdut Academy (DA) 7.

​Nah, pada 1 Januari 2026, Valen pulang kampung setelah beberapa bulan tinggal di Jakarta selama mengikuti kompetisi adu bakat menyanyi. Kepulangan “Pangeran Dangdut” yang digadang-gadang sebagai generasi baru Rhoma Irama itu pun mendapat penyambutan khusus dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

Bupati Pamekasan Kholilurrahman memastikan bahwa penyambutan ini akan kental dengan nuansa religius. Alih-alih konser hingar-bingar, Valen akan disambut dengan tradisi lokal yang bermartabat. Rangkaian acara akan dibuka dengan pembacaan Alfatihah dan lantunan Alquran.

​”Valen sudah menghubungi kami dan memastikan pulang tanggal 1 Januari. Ini adalah kebanggaan bersama, maka kami siapkan konsep yang tetap menjunjung adab dan kearifan lokal,” ujar Kholilurrahman kepada wartawan seusai menemui Aliansi Masyarakat dan Pemuda Peduli Pamekasan di Pendopo Ronggo Sukowati, Senin (29/12).

​Berdasarkan koordinasi dengan tokoh agama dan merujuk pada 11 poin kesepakatan, Valen hanya akan membawakan lagu-lagu pilihan yang sarat pesan moral. Tiga lagu dari deretan mahakarya Rhoma Irama telah disiapkan: “Baca”, “Bersatulah”, dan “Sebujur Bangkai”.

Baca Juga: Dari Makkah ke Panggung DA7: Bunda Risma Ikut Borong D’Sultan untuk Valen Pamekasan

Sebelum menginjakkan kaki di tanah kelahirannya, Valen dijadwalkan akan disambut terlebih dahulu oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya. Setibanya di Pamekasan, Valen akan singgah di kediaman tokoh masyarakat setempat H. Khairul Umam (Haji Her), menuju Pendopo, sebelum akhirnya menyapa penggemar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan. Pengunjung diperkirakan tidak hanya dari Pamekasan, melainkan dari Sumenep, Sampang, dan Bangkalan. Bahkan, bisa jadi dari luar Pulau Madura.

​Pemindahan lokasi dari Arek Lancor ke Stadion dilakukan demi menjamin kenyamanan massa yang diprediksi akan membludak, sekaligus menghindari kemacetan di area Masjid Agung Asy-Syuhada.

Penyambutan juga menjadi implementasi nyata dari tausiyah MUI Pamekasan terkait tata cara hiburan. Wakil Bendahara MUI Pamekasan Mohammad Haidar Dardiri menegaskan, ada sebelas rekomendasi telah disepakati tanpa perubahan. Di antaranya, pemisahan penonton. Area penonton laki-laki dan perempuan akan dipisah. Tidak menghadirkan penyanyi perempuan dewasa.

Selain itu, hanya menggunakan iringan elekton dengan volume yang tidak hura-hura. Acara harus rampung maksimal pukul 22.00 WIB dan tidak mengabaikan waktu salat. Tidak ada aksi jingkrak-jingkrak. “Kami ingin kebanggaan ini tidak justru menimbulkan persoalan,” kata bupati.

Baca Juga: Cak Nawardi Apresiasi Valen Pamekasan: Kalah di Panggung, Menang di Hati Rakyat

​Masyarakat pun diimbau untuk datang memberikan dukungan dengan tertib, membuktikan bahwa prestasi bisa dirayakan tanpa harus meninggalkan akar budaya dan nilai religi Pamekasan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardt


No More Posts Available.

No more pages to load.