Dari Makkah ke Panggung DA7: Bunda Risma Ikut Borong D’Sultan untuk Valen Pamekasan

oleh -943 Dilihat
Bunda Risma, dispora sukses di Makkah, Arab Saudi, bersama suami. (Foto IG)

KabarBaik.co- Konser Kemenangan Dangdut Academy (DA) 7 di Indosiar, Jumat (26/12) malam, bukan hanya panggung penentuan juara. Tetapi, juga arena banjir virtual gift dari para tokoh berpengaruh. Salah satu nama yang mencuri perhatian publik adalah Bunda Risma, pengusaha catering di Makkah, tampil cukup dominan sebagai pemborong virtual gift kategori D’Sultan untuk Valen Pamekasan.

Di tengah ketatnya persaingan grand final DA7, kiriman D’Sultan dari Risma Catering Makkah mengalir cukup deras untuk Valen, pelajar MAN 1 Pamekasan. Hadiah bernilai tinggi itu menjadi bagian dari gelombang dukungan besar yang sempat mengantarkan Valen ke posisi puncak klasemen sementara, sebelum akhirnya persaingan berbalik di detik-detik akhir ke Tasya Tangerang Selatan.

Sosok Bunda Risma

Bunda Risma dikenal sebagai pengusaha catering sukses di Makkah, Arab Saudi, asal Madura. Tempat usaha itu melayani kebutuhan konsumsi jemaah umrah dan haji. Meski bermukim dan berusaha di Tanah Suci, kedekatan emosionalnya dengan tanah kelahiran di Madura sejauh ini masih tetap terjaga kuat. Dukungan terbuka kepada Valen Pamekasan di panggung DA7 menjadi salah satu bukti nyata kepeduliannya terhadap talenta muda daerah.

Dilansir dari beberapa media, Bunda Risma tak pernah membayangkan bahwa langkah kecilnya merantau ke Arab Saudi dulu akan mengubah nasibnya menjadi seperti sekarang. Berbekal pendidikan yang terbatas, bahkan ia menyebut hanya mengenyam bangku sekolah hingga kelas 5 SD, Risma memulai hidup di negeri orang dengan bekerja sebagai pekerja migran. Sejak remaja, praktis hari-harinya diisi dengan kerja keras, disiplin, dan keuletan demi bertahan hidup.

Di awal usahanya, kala itu Risma hanya berjualan kopi, teh dan mi instansi. Alasannya mudah dan praktis. Modal pun masih pas-pasan. ‘’Pernah juga dulu diusir Askar di awal-awal saat berjualan,’’ cerita Bunda Risma dalam sebuah tayangan di YouTube.

Namun, dari usaha sederhana, Risma mulai belajar dan belajar. Cara memasak, manajemen bahan makanan, hingga selera orang-orang di sekitarnya, khususnya jemaah asal Indonesia. Pengalaman itulah yang kelak menjadi fondasi kuat bagi langkah besarnya di dunia usaha makanan. Perlahan tapi pasti, Risma memberanikan diri membuka usaha makanan dalam skala agak lebih besar.

Awalnya, hanya melayani pesanan terbatas. Namun rasa masakan yang khas Nusantara serta ketepatan waktu, membuat namanya mulai dikenal. Pesanan pun terus berdatangan, terutama dari rombongan jemaah umrah dan haji Indonesia yang rindu cita rasa kampung halaman di Tanah Suci.

Dari usaha rumahan itulah Risma Catering Makkah lahir dan berkembang pesat. Kini, usahanya mampu memproduksi belasan ribu porsi makanan per hari. Terutama saat musim haji dan umrah. Risma Catering bahkan dipercaya bekerja sama dengan berbagai hotel di sekitar Masjidil Haram untuk menyuplai konsumsi jemaah.

Kesuksesan tersebut tentu bukan diraih dalam semalam. Bunda Risma harus melewati jatuh bangun usaha, menghadapi tantangan regulasi, persaingan bisnis, hingga tekanan operasional dalam skala besar. Namun prinsip hidupnya sederhana. Kerja keras, kejujuran, dan pantang menyerah, ditambah doa dan berkah.

Kisah Bunda Risma itupun kerap sebagai salah satu cerita inspiratif dari diaspora Indonesia di Arab Saudi. Dari seorang pekerja migran, menjelma menjadi pengusaha sukses yang membuka lapangan kerja dan turuy mengharumkan nama Indonesia di Tanah Suci. Tak sedikit media yang menyebutnya telah mencapai kesuksesan finansial luar biasa berkat bisnis katering yang dikelolanya.

Lebih dari sekadar pencapaian materi, perjalanan Bunda Risma menjadi bukti bahwa keterbatasan pendidikan dan latar belakang bukanlah penghalang untuk bermimpi besar. Dengan ketekunan dan keberanian mengambil peluang, dapur sederhana bisa menjadi pintu menuju kesuksesan dunia dan akhirat.

Dalam Konser Kemenangan DA7, Bunda Risma tak sendiri. Dukungan untuk Valen juga datang dari H. Khairul Umam (bos Bawang Mas Group), Senator Jatim Cak Nawardi, Lia Istifhama, Wakil Bupati Pamekasan, hingga virtual gift D’Bos dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, juga Wagub Jatim Emil Dardak. Deretan nama ini menjadikan Valen sebagai salah satu finalis dengan sokongan tokoh paling kuat sepanjang malam penentuan.

Fenomena banjir gift di DA7 menunjukkan bahwa kompetisi ini telah melampaui sekadar ajang pencarian bakat. Virtual gift menjadi simbol solidaritas, kebanggaan daerah, dan dukungan diaspora Madura yang tersebar hingga mancanegara, termasuk Makkah.

Meski pada akhirnya Tasya dinobatkan sebagai Juara I Dangdut Academy 7 berdasarkan akumulasi akhir virtual gift, dukungan besar yang diterima Valen Pamekasan, termasuk dari Bunda Risma, meninggalkan kesan kuat di benak publik.

Valen mungkin tak membawa pulang mahkota juara. Namun, di malam itu sosok pemuda yang dapat julukan ‘’Pangeran Dangdut’’ atau Rhoma Irama muda itu membuktikan satu hal penting. Bahwa, talenta daerah mampu menyatukan dukungan lintas profesi, lintas wilayah, bahkan lintas negara, dalam satu panggung. Valen tidak juara satu hasil gift, tetapi bagi para penggemarnya, justru juara di hati. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.