Di Balik Lumpur Lapindo Sidoarjo, Juru Kunci Makam Manfaatkan Lahan Jadi Kolam Ikan

oleh -156 Dilihat
Ponidi memberikan makan ikan yang ada di kolam atas lumpur Lapindo, Sidoarjo. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)
Ponidi memberikan makan ikan yang ada di kolam atas lumpur Lapindo, Sidoarjo. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Di balik hamparan lumpur panas semburan lumpur Lapindo, Sidoarjo yang menyisakan kisah pilu bagi ribuan warga, terselip cerita berbeda dari seorang penjaga makam bernama Ponidi. Di atas lahan yang dahulu menjadi kawasan pondok pesantren, kini berdiri kolam-kolam ikan yang menjadi sumber kehidupan baru di tengah bekas bencana.

Ponidi merupakan juru kunci makam KH Anas Ak Ayubi yang berada di area milik Yayasan Pondok Pesantren Abil Hasan Asy Syadzili. Kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi yang terdampak semburan lumpur sejak 29 Mei 2006 silam. Dua dekade berlalu, jejak bencana masih terlihat jelas di kawasan itu.

Namun, di tengah timbunan lumpur yang menenggelamkan pondok pesantren, Ponidi memilih bertahan dan memanfaatkan lahan yang tersisa. Dengan menggali area lumpur menggunakan bantuan excavator PPLS, ia membuat lima kolam ikan yang kini diisi air hujan dan berbagai jenis ikan seperti bawal, nila, hingga mujair.

“Disini saya kurang lebih sudah 10 tahun memelihara ikan disini dan disini saya merawat ada 5 kolam yang ada,” ujar Ponidi kepada KabarBaik.co, Jumat (29/5).

Kolam-kolam tersebut bukan sekadar tempat budidaya ikan. Saat ikan mulai besar, Ponidi juga membuka lokasi itu untuk pemancingan kelompok warga. Cara itu dilakukan agar ikan yang dipelihara cepat habis dan kembali bisa diisi bibit baru.

“Ikan di sini biasanya saya tebaskan, kadang saya buka untuk pemancingan berkelompok supaya cepat habis,” tambahnya.

Ponidi mengaku memanfaatkan lahan tersebut karena area itu merupakan tanah pribadi milik yayasan pondok pesantren. Meski berada di tengah kawasan lumpur, aktivitasnya kini justru menjadi gambaran bagaimana warga mencoba bertahan dan mengambil manfaat dari kondisi yang ada.

Di tengah kisah panjang bencana lumpur Lapindo, cerita Ponidi menjadi pengingat bahwa di balik musibah besar, sebagian warga tetap berusaha menemukan harapan dan kehidupan baru.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.