KabarBaik.co, Sidoarjo – Kenaikan harga daging sapi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir membuat para pedagang di Pasar Krian, Sidoarjo, mengeluh. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, harga daging tercatat sudah mengalami kenaikan hingga tiga kali, sehingga berdampak langsung pada menurunnya daya beli masyarakat.
Lonjakan harga tersebut bahkan memicu rencana aksi mogok berjualan yang akan dilakukan sebagian pedagang daging pada Rabu (15/7). Mereka menilai kenaikan harga yang terjadi saat ini sudah terlalu tinggi dan memberatkan baik pedagang maupun pembeli.
Salah satu pedagang daging di Pasar Krian, Latifah, 60, mengaku omzet penjualannya merosot tajam sejak harga daging terus merangkak naik. Menurutnya, jumlah pembeli kini berkurang hingga separuh dibandingkan kondisi normal.
“Daging sudah dalam satu bulan ini naik tiga kali. Pembeli menurun sampai 50 persen,” keluh Latifah kepada KabarBaik.co, Selasa (14/7).
Ia menjelaskan, sebelum harga daging melonjak, lapaknya bisa didatangi ratusan pembeli setiap hari. Namun kini jumlah pelanggan yang datang hanya sekitar separuh dari biasanya.
Kenaikan harga daging, lanjut Latifah, terjadi secara bertahap. Awalnya harga naik Rp 5 ribu per kilogram, kemudian kembali naik Rp 10 ribu per kilogram, dan terakhir bertambah Rp 8 ribu per kilogram. Akumulasi kenaikan tersebut membuat harga jual daging sapi saat ini berada di kisaran Rp 120 ribu hingga Rp 130 ribu per kilogram untuk kualitas terbaik.
“Sekarang saya jual daging yang bagus antara Rp 120 ribu sampai Rp 130 ribu per kilogram,” ujarnya.
Di tengah lesunya penjualan, isu mogok berjualan pun mencuat di kalangan pedagang Pasar Krian. Mereka berencana menghentikan aktivitas jual beli sebagai bentuk protes atas tingginya harga daging dari pemasok.
Meski demikian, tidak semua pedagang akan ikut mogok. Sebagian tetap memilih membuka lapak karena masih memiliki stok daging yang harus segera dijual.
“Besok memang ada sebagian pedagang yang mogok. Tapi ada juga yang tetap jualan karena stok daging di kulkas masih ada. Kalau tidak dijual sayang,” tambahnya.
Para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga daging sapi di pasaran. Dengan harga yang kembali terjangkau, mereka optimistis daya beli masyarakat akan pulih dan aktivitas perdagangan di pasar tradisional kembali ramai seperti sebelumnya.(*)






