KabarBaik.co, Jember – Petrokimia Gresik memperkuat budidaya semangka petani di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur, melalui lomba budidaya bertajuk “Pestani Semangka Tapal Kuda”. Program ini digelar sebagai upaya meningkatkan produktivitas semangka di tengah tantangan cuaca ekstrem dan musim hujan yang kerap memicu gagal panen.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo, menyampaikan bahwa permintaan buah semangka biasanya meningkat signifikan selama Ramadan. Namun, periode tersebut bertepatan dengan musim hujan sehingga banyak petani di berbagai daerah menghadapi risiko penurunan hasil panen.
“Selama perlombaan, Petrokimia Gresik memberikan pendampingan kepada para petani. Dengan penerapan teknologi yang tepat dan penggunaan pupuk berkualitas, komoditas semangka menjadi lebih tahan terhadap curah hujan tinggi, sehingga produktivitas petani dapat ditingkatkan di momen Ramadan tahun ini,” ujar Adit dalam acara Panen Raya dan Apresiasi Juara Lomba Pestani Tapal Kuda di Jember, Selasa kemarin.
Lomba ini melibatkan petani dari tiga daerah utama Tapal Kuda, yakni Jember, Lumajang, dan Banyuwangi, mulai dari tahap penanaman, perawatan, hingga panen. Penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek utama, yaitu berat buah, tingkat kemanisan (Brix), serta dokumentasi proses budidaya. Seluruh peserta juga mendapatkan paket tanam sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap keberhasilan budidaya.
Tak hanya lomba, Petrokimia Gresik juga menggelar demonstration plot (demplot) sebagai percontohan budidaya dengan metode dan teknologi teruji. Pada demplot di Banyuwangi, tingkat kemanisan semangka tercatat mencapai 12 Brix, lebih tinggi dari standar manis semangka yang umumnya berada di kisaran 10 Brix. Selain itu, masa polinasi lebih cepat 2–5 hari dan menghasilkan buah yang lebih padat serta tidak kopong.
Produktivitas semangka dalam uji demplot juga mengalami peningkatan signifikan hingga 34 persen. Hasil panen mencapai 63 ton per hektare, naik dari sebelumnya 47 ton per hektare meski ditanam di tengah curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem.
Menurut Adit, hasil panen semangka petani Tapal Kuda umumnya dipasarkan ke berbagai daerah seperti Surabaya, Semarang, Jakarta, hingga Lampung. Sementara semangka berukuran kecil dengan berat 2–3 kilogram banyak dipasarkan ke Bali. Dengan peningkatan hasil panen di momen Ramadan, pendapatan petani pun diproyeksikan ikut meningkat.
Dalam budidaya demplot tersebut, Petrokimia Gresik menggunakan berbagai produk pupuk unggulan seperti Phonska Lite, K-Plus, ZA Plus, Petro Biofertil, dan Phonska Cair yang telah teruji mampu meningkatkan produktivitas tanaman, termasuk pada musim hujan.
“Kami berharap keberhasilan demplot ini dapat diduplikasi oleh petani semangka di wilayah Tapal Kuda. Dengan demikian, petani dapat merasakan langsung manfaat produk unggulan Petrokimia Gresik untuk mendukung swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu peserta lomba asal Jember, Egal, mengaku program Pestani Semangka Tapal Kuda memberikan manfaat nyata bagi petani. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar lomba, melainkan pendampingan komprehensif yang membantu petani menghadapi tantangan budidaya di musim hujan.
“Bukan hanya produktivitas yang meningkat, tapi pendapatan kami juga semakin bertambah. Apalagi permintaan semangka saat Ramadan cukup tinggi. Pestani bagi kami adalah solusi,” ujarnya.(*)







