KabarBaik.co, Malang – Euforia Piala Dunia 2026 mulai terasa hingga ke lingkungan Pemkot Malang. Tak hanya menggelar berbagai agenda untuk menyambut pesta sepak bola terbesar di dunia itu, Pemkot Malang juga mewajibkan seluruh ASN, pegawai, dan staf mengenakan jersei Piala Dunia setiap hari Jumat selama turnamen berlangsung.
Kebijakan yang mulai diterapkan pada Jumat (19/6) hari ini, membuat suasana perkantoran di lingkungan Pemkot Malang tampak berbeda. Seragam kerja yang biasanya identik dengan warna formal kini berganti dengan jersei berwarna-warni layaknya yang dikenakan para pemain sepak bola di ajang Piala Dunia.
Wakil Wali Kota Malang Ali Mutohirin mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang mengajak pemerintah daerah ikut memeriahkan gelaran Piala Dunia 2026.
“Jadi itu berawal dari Surat Edaran Mendagri untuk meramaikan suasana Piala Dunia. Kami juga mendukung karena official siaran Piala Dunia ini dimenangkan oleh TVRI yang merupakan bagian dari pemerintah juga,” ujar Ali, Jumat (19/6).
Menurutnya, Kota Malang memiliki ikatan yang kuat dengan sepak bola. Kultur sepak bola yang hidup di tengah masyarakat menjadi alasan mengapa momentum Piala Dunia perlu dimanfaatkan untuk membangun semangat kebersamaan dan antusiasme warga.
“Untuk semakin memeriahkan, Pemkot Malang menindaklanjuti SE Mendagri dengan SE Wali Kota terkait penggunaan jersey Piala Dunia setiap Jumat,” terang dia.
Ali menegaskan kewajiban mengenakan jersey berlaku bagi seluruh ASN, pegawai, hingga staf di lingkungan Pemkot Malang selama turnamen berlangsung.
“Setiap hari Jumat sampai masa Piala Dunia selesai. Wajib semua ASN, pegawai, dan staf di lingkungan Pemkot Malang memakai jersey Piala Dunia,” tegasnya.
Tak berhenti pada penggunaan jersei, gaung Piala Dunia juga akan diperluas melalui berbagai kegiatan nonton bareng (nobar) yang melibatkan masyarakat. Pemkot Malang menilai agenda tersebut tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi lokal.
Pemerintah pusat, lanjut Ali, mendorong daerah untuk memperbanyak kegiatan nobar agar mampu menciptakan perputaran ekonomi yang berdampak langsung kepada pelaku UMKM.
“Kita perbanyak nobar-nobar untuk meningkatkan UKM. Sehingga pemberdayaan ekonomi dan peningkatan ekonomi mampu kita naikkan lewat event Piala Dunia ini,” ujarnya.
Nobar perdana telah digelar bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Sementara untuk fase-fase penting turnamen, Pemkot Malang masih menyiapkan konsep yang lebih besar agar dapat menjangkau masyarakat secara luas.
“Mungkin nanti setelah babak besar masih diskemakan karena jam pertandingan berlangsung malam hingga dini hari. Itu yang masih kita siasati,” ungkap Ali.
Salah satu konsep yang sedang dipertimbangkan adalah menggelar nobar final Piala Dunia yang dipadukan dengan pelayanan publik di ruang terbuka. Selain menghadirkan hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga akan melibatkan UMKM sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan secara langsung.
“Kalau dilihat finalnya hari Senin, nanti kita adakan nobar bersama dengan pelayanan masyarakat seperti Dispendukcapil, misalnya di alun-alun. Kita libatkan UKM dan masyarakat karena pada prinsipnya kegiatan ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, euforia Piala Dunia 2026 dipastikan tidak hanya bergema di stadion-stadion dunia, tetapi juga terasa hingga sudut-sudut Kota Malang, mulai dari kantor pemerintahan hingga ruang publik yang melibatkan masyarakat luas. (*)






