KabarBaik.co – PDAM Kota Batu melalui Perumdam Among Tirto bergerak cepat menangani kebocoran pipa utama di kawasan Jalan Brantas yang sempat mengganggu layanan air bersih bagi sekitar 5.000 pelanggan. Begitu kebocoran terdeteksi, tim teknis langsung diterjunkan untuk melakukan identifikasi dan perbaikan di lapangan.
Direktur Utama Perumdam Among Tirto Kota Batu, Ahmad Yusuf, mengatakan kebocoran terjadi pada pipa jenis ACP (Asbestos Cement Pipe) berukuran 10 inci dengan kapasitas sekitar 250 meter kubik, yang merupakan jaringan lama sejak tahun 1982. “Begitu laporan masuk, tim kami langsung melakukan pengecekan dan berhasil menemukan titik kebocoran pada kedalaman sekitar 1,5 meter,” ujar Ahmad Yusuf, Jumat (2/1).
Wilayah yang terdampak langsung akibat insiden tersebut adalah Kelurahan Sisir dan Kelurahan Ngaglik. Namun, untuk menjaga distribusi tetap berjalan, PDAM Kota Batu melakukan pengaturan dan pembagian debit air sehingga beberapa wilayah lain ikut merasakan penurunan tekanan.
Sebagai langkah cepat, Perumdam Among Tirto langsung menyalurkan air bersih menggunakan armada tangki keliling, termasuk armada khusus yang mampu menjangkau gang-gang sempit permukiman warga. “Kami langsung siapkan tangki air, termasuk yang bisa masuk ke gang kecil. Untuk wilayah yang belum terjangkau, terus kami evaluasi agar tetap bisa terlayani,” jelasnya.
Meski perbaikan sempat terkendala ketersediaan aksesoris pipa ACP yang kini sudah jarang diproduksi, PDAM Kota Batu segera berkoordinasi dengan PDAM Kota Malang untuk mendapatkan dukungan material. “Kami langsung berkoordinasi dan alhamdulillah PDAM Kota Malang masih memiliki stok aksesoris. Saat ini dalam proses pengiriman sehingga pekerjaan bisa segera dilanjutkan,” ungkap Ahmad Yusuf.
Ia menegaskan proses pengerjaan dilakukan secara hati-hati mengingat usia jaringan pipa yang sudah lebih dari empat dekade, agar tidak menimbulkan kerusakan lanjutan. Perumdam Among Tirto menargetkan perbaikan dapat diselesaikan pada Jumat malam (2/1) sehingga layanan air bersih kepada pelanggan dapat kembali normal secepatnya.
“Atas nama manajemen, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Kami pastikan upaya perbaikan dan suplai air darurat terus dilakukan sampai layanan kembali normal,” tegasnya. (*)






