KabarBaik.co – Udeng (ikat kepala) khas Kota Batu yang Bernama Sima Bhawana dengan bahan batik merupakan karya lokal yang mulai populer. Apalagi setelah Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai memakaikan udeng khas Kota Batu itu kepada salah satu perancang busana lokal Kota Batu.
Udeng Sima Bhawana yang dibuat Rifat Mashadi, warga Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ini, telah mendapatkan sertifikat hak cipta dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada 2023. Udeng yang terbuat dari kain corak batik motif khas Kota Batu itu membuat pemakainya menjadi terlebih lebih menarik.
Aries mengakui bahwa dirinya kagum dan terkesan dengan udeng karya warga Kota Batu. “Saya melihat sendiri bagaimana kualitas batik tulis yang langsung dibuat oleh anak-anak kota Batu. Nah, dari hasil kain batik itu dirangkai menjadi udeng. Saking terkesannya, saya tidak segan membeli langsung karya yang luar biasa itu,” kata Aries, Minggu (29/9).
Menurut Aries, udeng Sima Bhawana adalah salah satu produk lokal yang telah dikenal luas oleh masyarakat maupun wisatawan yang datang di Kota Batu. Bahkan, udeng Sima Bhawana dapat diperkenalkan dan dipromosikan kepada wisatawan sebagai salah satu tujuan peningkatan ekonomi Kota Batu selain pariwisata itu sendiri.
Baginya, pariwisata di Kota Batu harus didukung dengan UMKM dan hasil produk-produk lokal yang bisa mendongkrak perekonomian. ”Saya juga sangat setuju, salah satu hotel kita di Kota Batu ini dan ada berapa hotel yang hasil produk lokalnya dibawa di tempat objek yang memang semestinya bisa dilihat orang banyak,” ujarnya.
Aries berharap kepada para pelaku usaha di Kota Batu, termasuk hotel, restoran, maupun objek wisata lainnya, untuk dapat membawa produk-produk wastra tersebut agar dapat ditampilkan. “Terlebih lagi bila proses kreatif pembuatan karya tersebut bisa dilakukan secara live,” tegasnya.
Untuk diketahui, udeng Sima Bhawana memiliki makna dan filosofi. Sima berarti perdikan dan Bhawana berarti daerah atau tempat yang dalam hal ini merujuk pada Kota Batu. Udeng ini memiliki simbol Gunung Arjuna pada bagian belakang kepala (mustaka) yang bertujuan agar pemakainya tampak gagah, tampan, berilmu, berpengetahuan luas, berbudi luhur, dan berjiwa ksatria seperti Raden Arjuna. (*)






