Pjs Bupati Kediri Angkat Bicara Soal Ratusan Jemaah Maulid Nabi Keracunan Jajan

oleh -708 Dilihat
0a15a158 6518 41c8 b06f ce4ac663c148
Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kediri Heru Wahono Santoso. (Foto: Oktavian Yogi Pratama)

KabarBaik.co – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kediri Heru Wahono Santoso angkat bicara menanggapi insiden ratusan jemaah Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri diduga keracunan jananan hingga terpaksa dilarikan ke rumah sakit pada Senin malam (1/10).

Heru Wahono Santoso mengatakan bahwa pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri usai menerima laporan dengan cepat bergerak turun langsung ke RSUD Kabupaten Kediri.

“Kami memastikan bagaimana kondisi korban keracunan karena makanan ringan dan minuman pada saat penyelenggaraan pengajian Maulidan, jadi itu kejadian sebelum pelaksanaan,” ucapnya, Rabu (2/10).

Sesaat setelah ratusan jemaah mengeluhkan pusing dan mual akibat diduga mengkonsumsi makan ringan dan minuman, pihaknya mengerahkan empat ambulans untuk mengevakuasi korban.

“Ahamdulillah dari 129 jemaah, sebanyak 121 jemaah bisa kembali kerumah setelah di observasi. Sedangkan yang 8 ini masih dirawat inap, tetapi sudah saya pastikan bahwa kondisinya sudah membaik semua,” imbuhnya.

Kendati demikian, dari ratusan jemaah itu tidak semua ter-cover oleh BPJS, akan tetapi akan ditanggung oleh Pemkab Kediri melalui Dinas Sosial.

“Jadi ada program khusus untuk memberikan masyarakat yang sedang sakit dan tidak di-cover oleh BPJS. Jadi semua sudah di-cover, sehingga tidak ada masalah dan tinggal nunggu recovery dan update saja,” tambahnya.

Terpisah, Kadinkes Kabupaten Kediri Ahmad Khotib turut menyampaikan bila dari sebanyak 21 jemaah di RSKK Pare, bisa diperbolehkan pulang setelah dilakukan perawatan, dengan menyisakan 8 orang yang masih dilakukan penanganan lebih lanjut, akan tetapi kondisinya kini sudah stabil.

“Dalam artian muntahnya sudah berkurang, tekanan darahnya sudah naik, begitu juga yang di rumah sakit HVA Pare, ada 26 orang yang 25 bisa langsung pulang, satu orang karena tekanan darah tadi malam tidak naik naik dirawat dan alhamdulillah pagi ini tekanan darahnya sudah meningkat, muntahnya sudah berkurang,” jelasnya.

Diakui Ahmad, bila jajanan dan minuman yang diduga jadi biang kerok insiden itu ternyata beberapa diantaranya tidak memiliki informasi kadaluarsa yang jelas.

“Tapi untuk kepastiannya, sampel makanan minuman tersebut kami kirimkan ke BLK Surabaya. Jadi semua makanan yang diduga menjadi penyebab sudah kami kirimkan ke laboratorium di surabaya untuk mengecek kandungannya apa sehingga menyebabkan gejala keracunan pada warga tadi malam,” pungkasnya. (*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Oktavian Yogi Pratama
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.