Polemik ’Selat Hormuz Sidokare’ Berujung Mediasi Polisi, Warga Beda Pandangan

oleh -551 Dilihat
Mashuda saat menunjukan jalan 'Selat Hormuz Sidokare' yang viral di medsos. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)
Mashuda saat menunjukan jalan 'Selat Hormuz Sidokare' yang viral di medsos. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Permasalahan penutupan akses jalan yang dijuluki ’Selat Hormuz Sidokare` di Blok Y, Perumahan Pondok Sidokare Asri, Sidoarjo akhirnya dimediasi oleh pihak kepolisian. Langkah ini diambil untuk meredam konflik antarwarga yang sempat memanas dan menjadi perhatian publik.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar sepekan lalu dan sempat viral di media sosial. Penamaan ’Selat Hormuz Sidokare` bahkan muncul di Google Maps, merujuk pada kondisi akses jalan yang menjadi polemik dan dianalogikan seperti jalur sempit layaknya selat.

Dalam mediasi tersebut, pihak kepolisian mempertemukan kedua belah pihak guna mencari solusi secara kekeluargaan. Meski dialog telah dilakukan, perbedaan pandangan antara yang berkembang di media sosial dan kondisi di lapangan dinilai cukup jauh.

Mashuda, yang akrab disapa Pak Uda, sebagai pihak yang disebut menutup jalan, menegaskan bahwa tindakannya bukan untuk menghambat akses umum. Ia menyebut langkah tersebut dilakukan demi keselamatan keluarga.

“Awalnya saya hanya mengantisipasi anak cucu saya. Takut ada mobil lalu-lalang di depan rumah. Sekalian juga untuk keselamatan saya saat menyapu,” ujar Pak Uda, Senin (6/4).

Menurutnya, kondisi lingkungan kerap dipadati kendaraan yang parkir sembarangan hingga memakan badan jalan. Hal ini dinilai mengganggu kenyamanan sekaligus membahayakan warga sekitar.

“Mobil-mobil itu kadang parkir tidak pada tempatnya, sampai makan jalan dan halaman orang,” tegasnya.

Selain persoalan jalan, Pak Uda juga menyampaikan keberatan atas beredarnya potongan video CCTV yang viral di media sosial. Ia menilai rekaman tersebut tidak utuh dan disebarkan tanpa izin.

“Saya keberatan video itu disebarkan. Itu tidak izin dan tidak utuh, jadi seolah-olah saya yang salah,” ungkapnya.

Pak Uda mengaku secara pribadi belum bisa memaafkan dan berharap pihak yang lebih muda menunjukkan itikad baik. “Saya sebagai orang tua belum bisa memaafkan, tapi saya akan memaafkan bila yang muda minta maaf terlebih dahulu,” pungkasnya.

Di sisi lain, tetangganya, Gutomo, memberikan pandangan berbeda. Ia menilai bahwa yang dilakukan Pak Uda bukanlah penutupan jalan, melainkan upaya untuk memperlambat kendaraan yang melintas.

“Itu sebetulnya tidak menutup jalan, Pak. Tujuannya hanya untuk menghambat kendaraan supaya tidak terlalu kencang, karena di sini tidak ada polisi tidur,” jelas Gutomo.

Ia menambahkan, kondisi di lokasi memang cukup rawan karena banyak anak-anak bermain, sementara kendaraan sering melintas dengan kecepatan tinggi, terutama di area tikungan.

“Sering anak-anak hampir terserempet. Apalagi roda dua, kadang ngebut. Jadi ini hanya untuk menghambat saja, bukan menutup jalan,” ujarnya.

Gutomo juga menyebut benda penghalang tersebut kerap dipindahkan oleh anak-anak saat bermain, sehingga posisinya berubah dan terkesan menutup akses jalan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.