KabarBaik.co – Dua Polwan berseragam lengkap dikerubuti masyarakat di jalan RA Kartini tepatnya di depan Pasar Relokasi Gedung Wanita Banyuwangi, Jumat (14/11).
Bukan karena operasi kepolisian, melainkan karena warga berbondong-bondong mengantre jamu dan kopi gratis yang dibawa Brigpol Sulis Setyaningsih dan Brigpol Barani Fikarosinta.
Keduanya adalah Bhabinkamtibmas Polsek Banyuwangi Kota secara khusus ditugaskan untuk menjalankan melakukan pelayanan publik melalui pendekatan humanis. Setiap hari mereka berkeliling dengan gerobak Jamling dan Kopling.
Dengan sabar kedua polwan itu melayani masyarakat. Bripka Sulis menyeduhkan kopi sementara Bripka Barani meramu minuman dari setiap botol yang berisi jamu herbal.
“Monggo yang mau ngopi atau jamu gratis. Kalau ada aspirasi atau ada yang mau disampaikan silahkan,” kata Brigpol Sulis Setyaningsih sembari mempersiapkan kopi untuk warga.
Kapolsek Banyuwangi Kota, AKP Hendry Cristianto mengatakan kopi dan jamu keliling itu merupakan inovasi baru Polresta Banyuwangi untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat. Nama inovasinya Kopi Keliling (Kopling) dan Jamu Keliling (Jamling) Bu Bhabin.
Dalam inovasi tersebut, petugas turun langsung ke lingkungan warga untuk menyapa, mendengar keluhan, hingga memberikan layanan edukasi kamtibmas secara lebih humanis.
“Hari ini, Jamling dan Kopling kami gelar di depan pasar. Sasarannya, adalah masyarakat yang belanja di pasar dan juga warga yang sedang berolahraga di sekitar RTH Blambangan,” kata Hendry.
Hendry menyebut, inovasi ini telah berjalan sejak awal November. Tujuanya untuk mendekatkan diri kepada masyarakat.
“Dengan kedekatan itu, kami bisa menampung aspirasi secara langsung sehingga anggota Polri dapat lebih cepat merespons setiap kebutuhan warga,” kata Hendry.
Tak hanya membuka ruang dialog, kegiatan kopi dan jamu keliling ini juga menjadi sarana sosialisasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Selain itu, polisi turut memberikan informasi terkait penerimaan anggota Polri, khususnya rekrutmen Brimob.
Menurut AKP Hendry, kegiatan ini dilakukan setiap hari. Lokasinya berpindah-pindah mengikuti kebutuhan warga. “Dimana ada kerawanan pasti kami datangi. Kopinya gratis, masyarakat bisa ngobrol santai sambil menyampaikan masukan,” tambahnya.
Kehadiran Kopling dan Jamling langsung diserbu masyarakat. Ada yang memesan jamu ada juga yang kopi. Beberapa orang bahkan meminta untuk nambah jamu yang dikonsumsi.
Salah satu warga, Eva Juliatik, warga Kelurahan Tukangkayu, mengatakan, dirinya kebetulan melintas di jalan tersebut. Dia kemudian memesan jamu kunci suruh. Kebetulan perempuan ini sedang mengalami sariawan.
“Gak bayar, gratis, di kasih Bu Polisi. Senang sekali, kalau bisa setiap hari enak,” ujarnya.






