KabarBaik.co, Jombang— Polisi melakukan pemantauan intensif terhadap ketersediaan LPG 3 kg di sejumlah titik distribusi di Jombang. Langkah ini dilakukan menyusul keluhan warga yang mulai kesulitan mendapatkan gas bersubsidi dalam beberapa hari terakhir.
Kanit Tipiter Satreskrim Polres Jombang Ipda Heru Prasetyo mengatakan pihaknya turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi distribusi, mulai dari SPBE, agen, hingga pangkalan resmi.
“Kami melakukan pemantauan karena ada laporan masyarakat terkait kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram,” ujar Heru dalam keterangannya, Sabtu (11/4).
Dari hasil pengecekan, polisi menemukan bahwa lonjakan kebutuhan masyarakat menjadi salah satu penyebab terbatasnya stok, khususnya di tingkat pengecer. Selain itu, distribusi dari Depo Pertamina di Surabaya disebut mengalami kendala.
“Kondisi ini dipengaruhi tingginya permintaan, ditambah hambatan distribusi dari depo, sehingga pasokan tidak berjalan optimal,” kata dia.
Keterbatasan stok tersebut berdampak pada kenaikan harga di tingkat ritel. Meski begitu, Heru memastikan distribusi di pangkalan resmi masih berjalan normal sesuai ketentuan.
“Kalau permintaan naik sementara pasokan tetap, pasti terjadi kekurangan di pengecer. Namun di pangkalan resmi, distribusi masih normal,” ujarnya.
Sementara itu, Admin Lapangan Operasional SPBE Farid Hanafi mengatakan proses pengisian tabung LPG tetap berlangsung setiap hari. Ia mengakui adanya keterlambatan pasokan, tetapi pihaknya berupaya agar distribusi tidak terhenti.
“Memang ada keterlambatan pengiriman, tapi kami tetap memaksimalkan stok yang ada agar penyaluran tidak terputus,” kata Farid.
Ia menambahkan SPBE memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup untuk melayani sejumlah agen di wilayah Jombang dan sekitarnya. Distribusi pun dilakukan secara bertahap.
“Setiap agen rata-rata mendapat satu truk berisi sekitar 560 tabung per hari. Jadi distribusi tetap berjalan meski belum sepenuhnya lancar,” ujarnya.
Polres Jombang mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli LPG sesuai kebutuhan. Warga juga diminta tidak melakukan pembelian berlebihan agar kondisi distribusi tidak semakin terganggu. (*)








