Polisi Sebut Ledakan Hancurkan 3 Rumah di Pacitan Berasal dari Bubuk Petasan

oleh -231 Dilihat
IMG 20251212 WA0019
Puing tiga rumah di Desa Tahunan Baru, Tegalombo, Pacitan, yang rata dengan tanah akibat ledakan (ANTARA/HO - meta)

KabarBaik.co – Tim gabungan dari kepolisian dan BPBD Pacitanmenyelidiki ledakan yang menghancurkan tiga rumah dan melukai empat orang di Desa Tahunan Baru, Kecamatan Tegalombo.

Kapolsek Tegalombo Iptu Fathur Rohman mengatakan penyelidikan itu untuk mengetahui penyebab terjadinya ledakan.

“Dugaan awal penyebabnya ya bubuk mercon (petasan) itu. Tadi kami temukan di dalam rumah,” kata Rohman, Jumat (12/12).

Temuan bubuk mercon tersebut diperoleh setelah petugas melakukan olah TKP di rumah milik Sugiyanto alias Yanto atau Plontho di Dusun Semanding, RT 04 RW 05.

Rohman mengatakan petugas masih mendalami tujuan penyimpanan bubuk mercon tersebut. “Apakah untuk petasan tahun baru atau keperluan lain, masih kami selidiki,” ujarnya.

Ledakan terdengar sekitar pukul 05.40 WIB dan mengguncang permukiman warga. Tiga rumah milik korban rata dengan tanah, sementara rumah tetangga mengalami kerusakan akibat getaran kuat.

Kepala Desa Tahunan Baru Mujianto mengatakan suara ledakan terdengar sangat keras dan mengagetkan warga yang sedang beraktivitas pagi.

“Begitu meledak, tiga rumah langsung hancur. Empat warga juga luka-luka, sudah dibawa ke Puskesmas Gemaharjo,” ujarnya.

Video amatir berdurasi 1 menit 35 detik yang memperlihatkan kondisi rumah hancur berkeping-keping juga beredar luas di media sosial dan membuat peristiwa itu semakin menyita perhatian publik.

Hingga Jumat siang, petugas Polsek Tegalombo bersama BPBD Pacitan masih melakukan penyisiran lanjutan untuk memastikan tidak ada sisa material berbahaya lain di lokasi. (ANTARA)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.