Polres Gresik Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 Selama Dua Pekan, Ini Sasarannya

oleh -165 Dilihat
Anggota Satlantas Polres Gresik saat Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Gresik – Selama 14 hari ke depan, jajaran Polres Gresik menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026. Operasi ini dimulai dengan Apel Gelar Pasukan dan Latpra Ops di Mapolres Gresik, Senin (2/2).

Apel dipimpin langsung Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha. Dalam arahannya ia mengarakan, Operasi Keselamatan Semeru digelar dalam upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026 diikuti personel gabungan lintas sektoral yang terdiri dari unsur TNI (Kodim 0817, Denpom, Garnisun), Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik.

Kompol Shabda Purusha menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Semeru bukan sekadar agenda rutin. Melainkan langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih tergolong tinggi.

“Tingginya angka kecelakaan berkorelasi dengan rendahnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Perilaku pengendara yang tidak disiplin menjadi faktor dominan penyebab fatalitas kecelakaan,” ujar Shabda membacakan amanat Kapolda Jawa Timur.

Operasi Keselamatan Semeru 2026 akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan melibatkan 5.020 personel gabungan di seluruh wilayah Jawa Timur.

Operasi ini mengusung tema:
“Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.”

Tiga strategi utama menjadi fokus pelaksanaan operasi. Yakni Preemtif, melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta pengusaha otobus (PO) terkait manajemen keselamatan berlalu lintas.

Kemudian Preventif. Yakni pelaksanaan ramp check kendaraan serta tes urine bagi pengemudi di terminal untuk memastikan kelayakan kendaraan dan pengemudi bebas dari pengaruh alkohol maupun narkoba.

Dan terakhir upaya Represif. Berupa penegakan hukum berbasis teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) dan penindakan selektif terhadap pelanggaran kasat mata seperti penggunaan knalpot tidak standar (brong), melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, serta kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).

Menutup arahannya, Wakapolres Gresik menekankan kepada seluruh personel agar selalu mengedepankan keselamatan masyarakat, profesionalisme, serta etika dalam bertugas.

Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam akibat kondisi cuaca yang tidak menentu dan berpotensi mengganggu arus lalu lintas.

“Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada sinergi dan soliditas seluruh unsur, baik TNI, Polri, maupun pemerintah daerah. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan niatkan sebagai ibadah,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.