Polres Jember Sidak Beras Oplosan di Pasar dan Gudang, Ini Hasilnya

oleh -445 Dilihat
Sidak yang dilakukan Satgas Tipidter Polres Jember. (Ist)

KabarBaik.co – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Unit Tipidter Satreskrim Polres Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah gudang pengolahan beras dan pasar tradisional pada Selasa (22/7).

Salah satu lokasi yang disasar adalah Pasar Tanjung yang merupakan pusat perdagangan beras di wilayah tersebut.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Jember, Ipda Harry Sasono mengatakan, langkah ini dalam rangka pengawasan terhadap dugaan praktik pengoplosan beras.

Menurutnya, pengoplosan ini dikhawatirkan melibatkan pengubahan kualitas beras medium atau beras subsidi menjadi beras premium untuk keuntungan sepihak.

“Kami melakukan pengecekan terhadap beberapa produsen, distributor, dan pedagang ritel yang menjual beras di wilayah hukum Polres Jember,” ujar Harry.

Ia juga menegaskan, ini merupakan bagian dari upaya penertiban agar peredaran beras di Jember tetap aman dan sesuai regulasi.

“Kami menemukan sejumlah merek beras yang sudah memiliki izin edar dari Kementerian terkait. Namun, petugas juga mendalami aktivitas produsen yang memasarkan beras dengan merek sendiri, salah satunya yang berlokasi di kawasan Jenggawah,” katanya.

“Pengawasan ini sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mendorong aparat penegak hukum seperti Polri dan Kejaksaan agar bersinergi dalam memberantas mafia pangan, khususnya mafia beras yang merugikan masyarakat,” tambah Harry.

Harry menegaskan, pihaknya siap menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam praktik pengoplosan beras.

“Kami akan melakukan langkah hukum sesuai prosedur, dengan mengacu pada Undang-Undang Pangan dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengawasan juga dilakukan terhadap produsen yang mencantumkan merek atau label premium tanpa proses produksi yang sesuai standar.

“Kami dari Polres Jember juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan selektif dalam membeli beras. Jangan sampai ikut terlibat atau menjadi korban dari praktik ilegal yang merugikan,” tutunya.

Harry menambahkan, jika ada masyarakat menemukan adanya indikasi pelanggaran seperti pengoplosan beras atau penyalahgunaan distribusi, diminta segera melapor ke hotline resmi Polres Jember.

“Tindakan tegas akan diambil untuk menjaga keamanan dan keadilan dalam distribusi pangan di Jember,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.